BanjarmasinPost/

Berita Banjarmasin

Sumbangan Devisa Pariwisata Akan Salip CPO di Tahun 2020, Ini Andalannya

Visi pemerintah jadikan pariwisata sebagai tumpuan perokonomian Indonesia bukan hanya sekadar visi.

Sumbangan Devisa Pariwisata Akan Salip CPO di Tahun 2020, Ini Andalannya
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Collaborative Destination Development (CDD) yang digelar AngkasaPura I untuk tingkatkan pariwisata Kalsel dengan menggali potensi-potensi pariwisata di Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Visi pemerintah jadikan pariwisata sebagai tumpuan perokonomian Indonesia bukan hanya sekadar visi.

Dijelaskan Staf Khusus Menteri Pariwisata Judi Rifajantoro, saat ini pariwisata menjadi penyumbang devisa terbesar kedua setelah crude palm oil (CPO).

Bahkan diprediksi pada tahun 2020 sektor pariwisata menjadi urutan pertama penyumbang devisa terbesar melebihi industri CPO, batu bara dan karet.

Hal ini akan dapat tercapai dengan mengandalkan pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Baca: Live Streaming RCTI Indonesia vs Kirgistan : Final Tsunami Cup, Spasojevic Cs Andalkan Kecepatan

Saat ini wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia mulai Bulan Januari hingga September 2017 di dominasi wisatawan dari Tiongkok

Yaitu sebanyak 1,6 juta lebih wisatawan sebesar 45,68 persen dari seluruh wisatawan mancanegara di Indonesia.

Peringkat selanjutnya diisi wisatawan dari Singapura sebanyak 1 juta lebih wisatawan, Australia 900 ribu lebih, Malaysia 800 ribu lebih dan Jepang sebanyak 400 ribu lebih wisatawan.

Namun, saat ini 40 persen tujuan wisatawan mancanegara masih terfokus pada Pulau Bali dan 30 persen menuju Jakarta.

Kalimantan Selatan (Kalsel) saat ini belum termasuk destinasi tujuan yang populer di mata wisatawan mancanegara.

Halaman
12
Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help