Berita Kotabaru

Terkait Temuan BPK RI Puluhan Miliar, Riduan Minta Aparat Hukum Berani Mengusut

Mantan Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kotabaru M Riduan akhirnya angkat bicara, soal temuan BPK RI

Terkait Temuan BPK RI Puluhan Miliar, Riduan Minta Aparat Hukum Berani Mengusut
ensaindonesia.com
icon korupsi

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Mantan Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kotabaru M Riduan akhirnya angkat bicara, soal temuan BPK RI di beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang merugikan negara Rp 70 miliar.

Namun dari beberapa SKPD, Riduan hanya menyebutkan di antaranya adalah instansi yang pernah dipimpinnya itu. Dengan besaran temuan oleh BPK RI sebesar Rp 40 miliar.

Menurut Riduan, saat memberikan pernyataannya secara eksklusif kepada BPost melalui telepon selularnya dari balik jeruji besi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banjarmasin, kerugian negara berdasarkan temuan BPK RI, terkait beberapa kegiatan fisik seperti jalan pada 2010, 2011, 2012.

Baca: Giat Pekat di Wilayah Lampihong, Polisi Amankan Lelaki Bawa Sajam

"Aku masuk (menjabat) di Bina Marga 2013. Sudah diminta pengembalian oleh kontraktor waktu zaman aku saat itu, hanya beberapa yang mengembalikan. Itu pun nilainya hanya sedikit, rasanya tidak sampai Rp 100 juta," kata Riduan.

Riduan menegaskan, dirinya siap mempertanggungjawabkan statementnya ini.

Karena itu, tambah Riduan, ia meminta agar penegak hukum seperti kejaksaan dan kepolisian berani menelisik hingga memroses terkait temuan tersebut.

Baca: Hari Ini Jalani Fit and Proper Test di DPR, Begini 8 Fakta Calon Panglima TNI Hadi Tjahjanto

"Aku (saat ini) ditahan karena hasil audit BPKP hanya dengan kerugian Rp 2,1 miliar. Sebesar Rp 70 miliar kenapa tidak. Soal ini pernah aku sampaikan ke kejati tidak ada tindak lanjut. Dan, aku berharap Polda menangani," ungkap Riduan.

Masih Riduan, meminta penegak hukum seperti kepolisian dan kejaksaan mengusut temuan yang merugikan negara puluhan miliar itu, agar ada rasa keadilan dalam hal penegakan hukum.

"Jadi harus ada yang dipenjara untuk keadilan," bebernya.

Halaman
12
Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved