BanjarmasinPost/

Pembunuhan Kepala Negara

9 Perdana Menteri Inggris Ini Jadi Sasaran Rencana Pembunuhan, Nomor 2 Paling Menyedihkan

Mengerikan! 9 Perdana Menteri Inggris Ini Jadi Sasaran Rencana Pembunuhan, Nomor 2 Paling Menyedihkan

9 Perdana Menteri Inggris Ini Jadi Sasaran Rencana Pembunuhan, Nomor 2 Paling Menyedihkan
Perdana Menteri Inggris Theresa May diduga sempat menjadi target serangan teroris.(TOLGA AKMEN / AFP) 

Pemimpin Inggris di masa Perang Dunia II sering menjadi sasaran pembunuhan Nazi Jerman.

Salah satu plot pembunuhan legendaris yang menimpa Churchill terjadi pada 1943 dengan melalui sebatang cokelat yang bisa meledak.

Perakit bom memasang bom dalam sebuah lapisan tipis cokelat hitam. Dokumen plot itu dirilis ke publik pada 2013, atau 70 tahun kemudian.

Selain Churchill, Adolf Hittler juga berusaha melenyapkan Pemimpin Uni Soviet Joseph Stalin, maupun Presiden Amerika Serikat (AS) Franklin Roosevelt.

Dalam sebuah konferensi para pemimpin Sekutu di Teheran, Iran, Nazi melancarkan operasi dengan sandi Operasi Long Jump.

Namun, operasi yang berbasis pada agen Schutzstaffel (SS) itu berhasil digagalkan oleh mata-mata Soviet.

Winston Churchill
Winston Churchill (net)

Baca: Ngeri! Paris Hilton Sebut Los Angeles Seperti Neraka, Lihat Videonya di Sini

6. Alec Douglas-Home

Setahun menjadi perdana menteri pada Oktober 1963-Oktober 1964, Home menjadi pemimpin Inggris yang tidak mendapat plot pembunuhan.

Meski begitu, politisi asal Partai Konservatif sempat akan diculik oleh sekelompok mahasiswa sayap kiri.

Ketika berada di rumahnya di Skotlandia, pintu Home digedor oleh para mahasiswa yang berniat menculiknya.

Home tidak kurang akal. Dia berdalih akan membereskan beberapa barang dahulu, dan mengajak penculiknya minum bir.

Lucunya, setelah minum bir, para penculik Home menggagalkan niat mereka.

Baca: Inilah Jadwal Sidang Perdana Ketua DPR Setya Novanto, Praperadilannya Bakal Gugur?

7. Margaret Thatcher

Perempuan paling berpengaruh di dunia pada dekade 1980-an itu sempat terluka ketika sebuah bom meledak di Brighton Grand Hotel pada 1984.

Saat itu, berlangsung konferensi Partai Konservatif.

Akibat ledakan tersebut, lima orang, termasuk anggota parlemen Sir Anthony Berry, terbunuh dan melukai 31 orang yang lain, termasuk di dalamnya Thatcher.

Meski terluka, Thatcher yang kemudian dijuluki Si Perempuan Besi sempat membuka sesi lanjutan konferensi Tory, julukan Partai Konservatif, beberapa hari kemudian.

Si pelaku, Patrick Magee, menerima delapan vonis seumur hidup.

Namun, pada 1999, Magee dibebaskan melalui Perjanjian Good Friday.

Baca: Anak Setya Novanto Disorot, Besuk Ayahnya di KPK Pakai Kaus Bertuliskan Anti Social Club

Margaret Thatcher
Margaret Thatcher (topnews.in)

8. John Major

Perdana menteri era 1990-1997 itu tengah menggelar rapat kabinet pada 1991 tatkala Downing Street 10 meledak.

Ledakan itu disebabkan mortar yang diluncurkan IRA, organisasi pemberontak yang menginginkan kemerdekaan Irlandia Utara.

Major dan para menterinya selamat karena mereka berada di ruangan anti-ledakan. Meski begitu, taman di Downing Street 10 hancur lebur.

Baca: Saat Menlu Retno Marsudi Kenakan Syal Palestina dan Mengutuk Keras Amerika Serikat

9. David Cameron

Pendahulu Theresa May ini menjadi plot pembunuhan Taliban ketika hendak mengunjungi militer Inggris di Provinsi Helmand, Afghanistan, pada 2010.

Sebuah telepon yang diterima Cameron mengisyaratkan pemimpin 51 tahun itu akan diserang menggunakan granat berpeluncur roket (RPG) ketika di atas helikopter.

Aksi Taliban diketahui dan digagalkan oleh intelijen Inggris. Sementara Cameron menangguhkan rencananya ke Helmand.

Dalam pernyataannya, Taliban berujar Cameron "beruntung" bisa lolos dari plot pembunuhan.

David Cameron
David Cameron (banjarmasinpost.co.id/bbc)

Baca: Deal dengan Mitra Kukar dan Tinggalkan Martapura FC, Begini Kata Rifan Nahumarury

(Banjarmasinpost.co.id/royan naimi)

Editor: Royan Naimi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help