BanjarmasinPost/
Home »

News

» Jakarta

Dugaan Korupsi KTP El

Berkas Perkara Satu Troli yang Dilimpahkan ke Pengadilan Ini Membuat Novanto Tak Berdaya

Diminta komentarnya soal berkas yang sudah P21, Setya Novanto bungkam dan memilih masuk dalam mobil tahanan.

Berkas Perkara Satu Troli yang Dilimpahkan ke Pengadilan Ini Membuat Novanto Tak Berdaya
kompas.com
Berkas tuntutan Setya Novanto tiba di Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (6/12/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Setya Novanto, tersangka kasus korupsi e-KTP sama sekali enggan mengomentari soal berkas perkaranya di kasus dugaan korupsi e-KTP yang sudah dinyatakan lengkap atau P21.

Rabu (5/12/2017) kemarin, Setya Novanto sempat berada di lobi KPK dan bertemu dengan tiga kuasa hukumnya yakni Fredrich Yunadi, Maqdir Ismail dan Otto Hasibuan.

Diminta komentarnya soal berkas yang sudah P21, Setya Novanto bungkam dan memilih masuk dalam mobil tahanan.

Dikonfirmasi ke kuasa hukumnya, Fredrich Yunadi soal apakah Setya Novanto keberatan dengan berkas yang P21, Fredrich menjawab kliennya saat ini tidak berdaya.

Baca: Wakil Wali Kota Hermansyah Datang ke Pengadilan Tipikor

Baca: Muslih dan Trensis Salami Para Saksi Termasuk Wakil Wali Kota Banjarmasin

Baca: Viral di Facebook! Ada Semburat Jingga di Langit Belakang Masjid Jami Kecamatan Batumandi Balangan

Baca: Ini 9 Liga yang Punya Wakil di Babak 16 Besar Liga Champions, Inggris Pecahkan Rekor

"Bagaimana bisa keberatan, yang punya kuasa siapa? Kita harus tahu dong, kita tidak berdaya disini. Beliau (Setya Novanto) sudah ditahan 20 hari, anaknya saja tidak boleh ketemu. Coba apakah itu manusiawi? Itu sudah melanggar, mereka tidak peduli," ujar Fredrich.

Fredrich juga menegaskan bahwa praperadilan besok (hari ini) akan tetap berjalan dan tidak akan gugur.

Halaman
1234
Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help