BanjarmasinPost/

Berita Internasional

Berusia 3,6 Juta Tahun, Inilah Kerangka Tertua Nenek Moyang Manusia, 90 Persen Tulang Asli dan Utuh

Kerja keras para ilmuwan mengumpulkan dan merekonstruksi tulang-tulang fosil selama lebih dari 20 tahun akhirnya sudah dapat diamati masyarakat

Berusia 3,6 Juta Tahun, Inilah Kerangka Tertua Nenek Moyang Manusia, 90 Persen Tulang Asli dan Utuh
Kompas.com
Tengkorak Australopithecus prometheus, yang dijuluki Little Foot sudah dipamerkan untuk umum. 

BANJARMASINPOST.CO.ID -  Menakjubkan. Kerja keras para ilmuwan mengumpulkan dan merekonstruksi tulang-tulang fosil selama lebih dari 20 tahun akhirnya sudah dapat diamati masyarakat umum sejak Rabu (6/12/2017) di Hominin Vault, University of the Witwatersrand's Evolutionary Studie, Afrika Selatan.

Rakitan kerangka fosil Australopithecus yang dijuluki "Little Foot" asal Afrika Selatan itu tidak hanya dinobatkan sebagai kerangka tertua dengan usia 3,67 juta tahun, tetapi juga yang terutuh karena masih memiliki 90 persen tulang aslinya. Ia hanya kehilangan bagian telapak kaki, panggul, dan tempurung lutut.

Baca: Pria Ini Tangkap Sendiri Orang yang Tipu Ibunya Rp 500 Juta di Persembunyian, Begini Kronoginya

Temuan kerangka lengkap merupakan hal yang sangat langka dan praktis tidak pernah didengar dalam sejarah. Little Foot berhasil mengungguli Lucy yang terkenal dari Afrika Timur.

Lucy diperkirakan berusia 3,2 juta tahun dan kerangka tanpa kepala itu kelengkapannya hanya 40 persen.

"Dalam prosesnya banyak sekali pengalaman pertama. Ini merupakan kerangka pertama yang hampir utuh, lengkap memiliki lengan dan kaki yang utuh. Selain itu, ini merupakan kerangka nenek moyang tertua di Afrika Selatan," kata Ron Clarke, ahli paleoantropologi yang terlibat dalam penelitian ini, dikutip dari National Geographic, Rabu (6/12/2017).

Kerangka Little Foot pertama kali ditemukan pada 1994 oleh Clarke di Gua Sterkfontein, Afrika Selatan. Pada saat itu, dia baru menemukan empat fragmen kaki saat sedang menggali tulang hewan.

Baca: Terungkap Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg karena Pertamina Kurangi Kuota untuk Dialihkan ke Sini

Kemudian, pada Juli 1997, Clarke mengirim tim peneliti ke gua Sterkfontein untuk mencari petunjuk lain. Sejak saat itu, para ilmuwan terus menggali dan mempersiapkan fosil agar sempurna.

Setelah fosil ini diresmikan untuk umum, Clarke bersama pakar internasional yang lain akan segera merilis lebih dari 25 makalah ilmiah terkait Little Foot. Rencananya, semua akan diterbitkan tahun depan.

"Ini adalah salah satu penemuan fosil paling menakjubkan yang dibuat dalam sejarah penelitian asal-usul manusia. Merupakan suatu kehormatan untuk mengungkapkan temuan penting ini," ujar Clarke dalam siaran persnya.

Berita ini telah tayang di KOMPAS.com berjudul: Berusia 3,6 Juta Tahun, Inilah Kerangka Tertua Nenek Moyang Manusia

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Intisari Online
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help