BanjarmasinPost/

Politik Nasional

Denny Siregar - Karni Ilyas Saling Sindir, Kalau Tak Pandai Menari Jangan Lantai Bilang Terjungkat

Denny Siregar yang kerap menulis di media sosial dan blognya dinilai saat tampil di ILC TV One tidak segarang ketika menulis

Denny Siregar - Karni Ilyas Saling Sindir, Kalau Tak Pandai Menari Jangan Lantai Bilang Terjungkat
youtube
Denny Siregar dan Karni Ilyas di acara ILC 

Karni Ilyas juga tak mau kalah dan menjawab tudingan tersebut dengan bahasa kiasan lewat akun twitternya.

"Kalau kamu tak pandai menari, jangan lantai kamu bilang terjungkat (jangan lantai kamu salahkan)," tulis Karni ilyas.

Namun, Denny Siregar melakukan pembelaan atas buruknya penampilannya di ILC melalui sebuah postingannya.

Baca: Sosok Misterius Berjubah Hijau Depan Kabah Ini Jadi Viral, Ada yang Menyebutkan sebagai Nabi Khidir

Baca: Waduh Abu Janda Sebut Diskusi Panas dengan Ustadz Felix Siauw Hanya Akting? Video Usai ILC Tersebar

Baca: Jadwal Liga Inggris Pekan Ini, Manchester United vs Manchester City Siaran Langsung di RCTI

Baca: Kritikan Mahfud MD Bikin Ustadz Felix Siauw Terdiam, Ini Kalimat Skat Matnya Tentang Khilafah

Baca: Jadwal Liga Eropa Jumat 8/12/2017, Laga Arsenal dan AC Milan Siaran Langsung di SCTV

"SECANGKIR KOPI DI ILC..
Tidak mudah memang berada dalam ruang bernama ILC kemaren..
Saya terbiasa nervous di awal ketika menjadi pembicara dimana saja dan biasanya mulai panas sesudah 20 menit dan bisa berbicara selama 2 sampai 4 jam.
Kenapa lebih mudah menjadi pembicara daripada tampil di ILC ?
Karena menjadi pembicara adalah panggung sendiri, bukan panggung banyak orang. Ketika berada satu panggung dengan banyak orang, maka disini dibutuhkan kontrol emosi yang kuat untuk mempersilahkan orang lain bicara menyampaikan pikiran2.
ILC adalah panggung dengan pembicara sebanyak 10 orang. Bayangkan, bagaimana 10 ego dikumpulkan dalam satu ruangan..
Yang terjadi memang yang menang adalah yang belakangan komentar. Karena dia bebas mengomentari orang lain berdasarkan komentar orang tersebut, tanpa harus memikirkan balasan komentar.
Jadi saya bisa mengambil kesimpulan, Prof Mahfud lah bintangnya, karena dia mendapat giliran terakhir dengan menggepuki semua komentator berdasarkan komentar2 mereka dan tidak mendapat komentar balasan. Ia yang mengambil kesimpulan..
Saya sendiri sesudah bicara sekian menit kemudian banyak terdiam dan ngantuk yang hampir tidak bisa ditahan.
Bosan dengan retorika yang dibalut bahasa rumit supaya tampak cerdas dan terpaksa harus mendengarkan mereka sekian jam..
Dalam ajang seperti ILC ini memang dibutuhkan kelihaian moderator untuk memainkan apinya. Dan saya tidak melihat itu dari Bang Karni yang cuma membuka dan menutup acara. Entah kenapa tidak seperti acara ILC di awal2..
Ketika menerima undangan dari ILC, saya lebih menerimanya karena penasaran seperti apa sih berada di panggung seperti itu ? Bukan karena ingin mencari panggung apalagi popularitas dengan mendebat banyak orang menunjukkan dominasi saya.
Mirip seperti di medsos, dimana saya lebih ingin menyampaikan pikiran daripada mendebat orang yang komentar. Komentar silahkan saja, toh semua orang punya hak bicara..
Kalau masalah di buly mah sudah biasa, toh selama ini juga di buly. Anggap saja sedang ada di kebun binatang dan kebetulan ada di samping kandang..
ILC buat saya lebih kepada ingin mencari pengalaman daripada ingin tampak hebat dengan semua argumen2 pembenaran.
Dan saya harus memahami bahwa ILC tetap saja acara tv yang lebih membutuhkan rating daripada mencari kejelasan.
Sekali-sekali memang harus ada disana untuk melihat seperti apa kondisi sebenarnya. Melihat kondisi riil dibalik kemegahan sebuah acara dengan pernik2nya..
Ah tidak seenak ngopi di warkop tentunya..,"

Kekecewaan terhadap penampilan Denny Siregar di ILC juga dilontarkan seorang netizen dengan membuat suarat terbuka melalui akun facebooknya.

Begini penampilan Denny Siregar di ILC

Penulis: Royan Naimi
Editor: Royan Naimi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help