BanjarmasinPost/

Berita Tanahlaut

Kepala Dinas Sosial Tala: PKH Bukan BLT, Penerima Harus Penuhi Tiga Prasyarat Ini

Keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) bukan seperti Bantuan Tunai Langsung (BLT).

Kepala Dinas Sosial Tala: PKH Bukan BLT, Penerima Harus Penuhi Tiga Prasyarat Ini
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Rosita dan Maimunah, dua perempuan dari keluarga penerima manfaat PKH mengaku berkah PKH, anak sulung mereka sudah duduk di bangku SMKN di Pelaihari, Kamis (7/12/2017).jpg 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI- Keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) bukan seperti Bantuan Tunai Langsung (BLT).

Itu dikatakan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tanahlaut, Wiyanto sesuai sosialisasi dan penyaluran dana PKH non tunai dj Balairung Tuntungpandang, Pelaihari, Kamis (7/12/2017).

Menurut Wiyanto, keluarga penerima manfaat PKH adalah rumah tangga yang mendapatkan perlindungan sosial, perlindungan pendidikan dan perlindungan kesehatan. "Bukan warga miskin. Tapi keluarga harapan," katanya.

Koordinator pendamping PKH Kabupaten Tanahlaut, Yuni Indro Purnomo menjelaskan ada komitmen tanggung jawab yang harus dipenuhi keluarga penerima manfaat PKH.

Baca: Rosita dan Maimunah Bersyukur Terima Dana PKH Rp 1,8 Juta dan Rp 2 Juta dari Dinsos Tala

"Jika tidak memenuhi komitmen tiga prasyarat, yaitu pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial akan ditangguhkan pencairan dananya," katanya.

Koordinator pendamping PKH wilayah pesisir Kalsel, Lutfi Andi R menjelaskan PKH itu sebenarnya sudah berjalan sejak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga Presiden Joko Widodo.

Baca: Heboh, Warga Berebut Uang Rp 300 Juta Hasil Curian Penjahat dari Fortuner yang Berceceran di Jalan

Program itu serupa di negara lainnya, yaitu di Amerika Latin dan Asia. Brazil negara Amerika Latin yang sukses melaksanakan program PKH ini dan di negara Asia adalah Philipina dan Thailand.

"Bahkan negara Asia sudah sistem digital mengontrol komitmen keluarga penerima manfaat PKH. Tinggal buka aplikasi absensi pendidikan anak keluarga penerima manfaat PKH sudah terbaca anak siapa yang rajin atau bolos sekolah. Di Indonesia masih manual," katanya. (*)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help