BanjarmasinPost/

Liga Indonesia

Presiden Borneo FC Suarakan Penghapusan Aturan Marquee Player, Ini Alasannya

Presiden Borneo FC, Nabil Husein Said Amin, menyuarakan penolakan terhadap regulasi marquee player di Liga 1.

Presiden Borneo FC Suarakan Penghapusan Aturan Marquee Player, Ini Alasannya
TWITTER/PERSIB
Pemain Persib Bandung, Michael Essien dan Atep, mencetak masing-masing satu gol ke gawang PS TNI pada pekan kedua Liga 1 di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (22/4/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Presiden Borneo FC, Nabil Husein Said Amin, menyuarakan penolakan terhadap regulasi marquee player di Liga 1.

Dikutip BolaSport.com dari TribunKaltim.com, sang patron melihat kebijakan tersebut tidak meningkatkan level kompetisi di Tanah Air.

“Saya rasa tak mengangkat derajat liga di Indonesia. Untuk sisi marketing dan branding saja, liga cukup bagus," tutur Nabil.

Terlebih lagi, menurut Nabil, tak semua kontestan Liga 1 mampu mendatangkan marquee player.

Baca: Sadis, Lelaki Ini Secara Kejam Siksa Putrinya di Pinggir Jalan, Ditampar, Diinjak dan Ditarik Kasar

Pada musim 2017, ada tiga klub yang tidak menggunakan aturan tersebut, yaitu Persipura Jayapura, Persegres Gresik United, dan Perseru Serui.

"Tidak mungkin semua klub bisa mendatangkan pemain seperti Michael Essien atau Momo Sissoko. Kualitas marquee player juga gak beda jauh dari pemain lokal," ujar Nabil.

"Makanya saya harap aturan itu dihapus aja, karena tak ada hasil apa-apa. Kembali ke 3+1 saja, sudah baik itu,” kata Nabil menambahkan.

Baca: Jadwal Match 6 Babak 32 Besar Liga 3 - Persibo, Aceh United, Deltras Jalani Partai Hidup Mati

Borneo sebenarnya sempat menggunakan jasa marquee player, yaitu Shane Smeltz yang sempat bermain pada Piala Dunia 2010 bersama Selandia Baru.

Namun, kedua belah pihak tidak melanjutkan ikatan kerja sama untuk musim 2018.

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help