Berita Tanahbumbu

20 Pasangan Suami Istri Asal Mentewe Ini Senang Akhirnya Punya Buku Nikah

Ada sebanyak 20 pasangan suami istri dinyatakan sah setelah mengikuti sidang isbat di Kantor Kecamatan Mentewe Kabupaten Tanahbumbu.

20 Pasangan Suami Istri  Asal Mentewe Ini Senang Akhirnya Punya Buku Nikah
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
Sidang Isbat Nikah di Kantor KUA Mentewe, Tanahbumbu yang diikuti 20 pasangan suami istri untuk mendapatkan buku nikah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Sebanyak 20 pasangan suami istri dinyatakan sah setelah mengikuti sidang isbat di Kantor Kecamatan Mentewe Kabupaten Tanahbumbu.

20 pasangan ini mengaku senang karena sebelumnya mereka tidak memiliki buku nikah. Namun, dengan adanya sidang isbat tersebu, mereka pun mengaku senang dan sangat bersyukur.

Mereka difasilitasi Pemerintah Daerah Kabupaten Tanahbumbu melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tanahbumbu untuk melaksanakan Sidang Isbat Nikah, Kamis (7/1217) bertempat di Aula Kantor Camat Mantewe.

Menurut Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tanbu Murhansyah, Jumat (8/12/17) mengatakan, mereka yang mengikuti sidang isbat nikah berasal dari keluarga kurang mampu. Mereka sudah melaksanakan akad nikah tetapi belum mendapatkan buku nikah sehingga belum saha dimata hukum.

Baca: Hakim Minta Sang Suami Ridho Rizky dan Temannya Murjani Ikut Bertanggung Jawab Arisan Online Iray

Adanya Sidang Isbat Nikah atau pengesahan nikah muslim yang dilaksanakan Pemkab Tanbu tersebut bekerjasama dengan Kantor Pengadilan Agama dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanahbumbu. Karena pentingnya buku nikah, pemerintah daerah memfasilitasinya.

"Sidang isbat nikah ini semuanya dibiayai Pemda. Mereka dari kalangan yang tidak mampu, tapi belum memiliki buku nikah hanya nikah secara islam," katanya.

Baca: Jadwal Siaran Langsung La Liga Pekan 15 : Motivasi Ronaldo dan Messi!

Dikatakannyan, sidang isbat Ini merupakan yang kedua kalinya di 2017 ini. Ini sebagai upaya mensuskseskan semua program kependudukan. Karena bila tidak melakukan sidang isbat nikah, maka anaknya lah yang menjadi korban.

"Karena sudah isbat nikah maka akan diterbitkan buku nikah yang nantinya juga dapat dipergunakan untuk membuat Akta Kelahiran Anak, Kartu Identitas Anak (KIA), dan dokumen kependudukan lainnya," katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Tanbu Sudian Noor yang saat itu hadir langsung di sidang Isbat Nikah itu mengatakan itu adalah kewajiban pemerintah untuk membantu masyarakat dalam memenuhi hak-haknya untuk memiliki dokumen kependudukan.

"ini penting. Karena tidak ada buku nikah maka akan sulit menerbitkan akata kelahiran anak dan administrasi lainnya yang memerlukan buku nikah makanya sangat penting sekali dan Pemda memfasilitasi itu," katanya. (*)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved