BanjarmasinPost/

Berita Banjarmasin

Donald Trump Cederai Misi Perdamaian Dunia

Kemudian di sana juga terdapat tempat suci seyogyanya bebas dari tangan siapapun. Kalau juga dikuasai oleh sekelompok orang

Donald Trump Cederai Misi Perdamaian Dunia
dok Banjarmasinpost.co.id
Donald Trump 

BANJARMASINPOST.CO.ID - TENTU saja pertama, apa yang diambil Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, adalah tindakan yang tidak bijaksana dan sangat tidak sesuai dengan misi perdamaian dunia. Karena sesungguhnya sejak dulu Yerusalem menjadi daerah sengketa perebutan dari berbagai kelompok terutama Islam, Kristen dan Yahudi.

Kemudian di sana juga terdapat tempat suci seyogyanya bebas dari tangan siapapun. Kalau juga dikuasai oleh sekelompok orang tidak menjadikan dia sebagai dominasi di situ karena dia menjadi tempat suci tiga agama besar dunia, agama samawi, Islam, Kristen dan Yahudi.

Dan itu ketika diputuskan Yerusalem menjadi Ibukota Israel apalagi diakui oleh Amerika Serikat, tentu saja satu keputusan yang sangat menyakitkan hati umat Islam seluruh dunia. Dan, itu bukan merupakan keputusan bijaksana bahkan tidak mustahil akan memicu kemarahan besar di mana-mana. Tidak mustahil juga akan terjadi tindakan tindakan kekerasan di mana-mana.

Baca: Jokowi Kecam Trump, AS Akui Yerusalem Ibu Kota Israel

Baca: Ini Dalih Trump Akui Yerusalem Ibu Kota Israel, Selamat Tinggal Perdamaian Israel-Palestina

Meski hanya satu negara yang mengakui jadi walaupun satu tapi kebetulan yang mengakui negara besar, superpower dan yang memiliki banyak pendukung, banyak sekutu terutama yang tergabung dalam NATO. Jadi karena itu pengaruhnya sangat besar terhadap masyarakat dunia walaupun satu itu pengaruhnya besar. Berbeda kalau pengaruhnya kecil.

Maka akan ada kemungkinan timbul reaksi keras dari berbagai negara di berbagai belahan dunia nantinya. Seharusnya yang paling baik sebagai negara besar yang selama ini menjujung demokrasi, yang selalu menciptakan perdamaian dunia justru Amerika Serikat tidak menerima atau tidak mengakui.

Kalau ini pada akhirnya justru posisi dia selama ini yang menjadi polisi dunia itu menjadi sangat tercoreng dengan sikap yang sangat tidak bijaksana itu.

Padahal Yerusalem merupakan kota milik bersama terutama dari tiga agama. Misalnya, Israel yang memiliki karena dia mempunyai kekuatan militer menjadikan wilayahnya tidak seyogyanya dijadikan ibukota negara. Karena itu akan memancing reaksi pihak-pihak tertentu terutama yang paling keras ialah Islam Tapi Kristen juga tidak mustahil walaupun mereka diam karena mereka punya tempat suci di situ. Dahulu peristiwa Perang Salib terjadi itu karena orang Kristen yang merasa kesulitan melakukan ziarah di Yerusalem.

Hanya saat ini antara Yahudi dengan Kristen akur akur saja sehingga reaksi dari agama Kristen belum kelihatan. Tapi kita belum tahu setelah pengakuan ini apalagi didukung oleh Amerika Serikat apakah mereka juga melakukan reaksi. Tapi, yang pasti umat Islam dunia.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help