BanjarmasinPost/

Jendela Dunia

Ini Dalih Trump Akui Yerusalem Ibu Kota Israel, Selamat Tinggal Perdamaian Israel-Palestina

Trump berdalih keputusannya itu berlandaskan pada satu undang-undang yang sudah diloloskan oleh Kongres AS sejak 1995

Ini Dalih Trump Akui Yerusalem Ibu Kota Israel, Selamat Tinggal Perdamaian Israel-Palestina
AFP PHOTO/GALI TIBBON
Warga Palestina menjalankan ibadah Shalat Jumat di luar pintu masuk menuju kawasan Kota Tua Yerusalem di depan Masjid Al-Aqsa, Jumat (21/7/2017). Israel melarang pria Palestina yang berusia di bawah 50 tahun untuk masuk ke kawasan Kota Tua dan menjalani Shalat Jumat, menyusul insiden penembakan dua polisi Israel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA – Langkah politik Presiden AS Donald Trump mengakui ibu kotaIsrael di Yerusalem mengundang kecaman dunia, termasuk sekutu AS sendiri, seperti Perancis, Inggris, Turki, dan Jerman. Bahkan, Presiden Indonesia Joko Widodo mengambil sikap keras terkait sikap Presiden Trump.

Trump berdalih keputusannya itu berlandaskan pada satu undang-undang yang sudah diloloskan oleh Kongres AS sejak 1995. “Saya sudah memutuskan bahwa ini waktunya untuk mengakui secara resmi Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Sementara presiden-presiden sebelumnya menjadikan ini sebagai janji kampanye yang gagal mereka wujudkan, hari ini, saya mewujudkannya,” ujar Trump

Undang-undang milik negara Paman Sam itu mengatur pengakuan AS bahwa Yerusalem adalah Ibu Kota Israel dan mengesahkan pendanaan pemindahan kantor Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Para presiden AS sebelum Trump selalu menangguhkan hukum tersebut demi menghindari pergolakan politik di Timur Tengah.

Selama ini, Yerusalem berada di pusat pusaran konflik antara Israel dan Palestina. Kedua belah pihak memperebutkan Yerusalem sebagai Ibu Kota mereka. Perebutan kota suci bagi umat Muslim dan Kristen itu sudah dimulai sejak lama. Israel akhirnya berhasil merebut Yerusalem saat perang Timur Tengah pada 1967 silam.

Baca: Jokowi Kecam Trump, AS Akui Yerusalem Ibu Kota Israel

Baca: Bingung Cari SMA? Ayo Masuk SMA Unggulan TNI AU Pradita Dirgantara!

Baca: Menteri Susi Pudjiastuti Tegur Denny Siregar dan Netizen, Tak Mau Namanya Diseret Perbincangan Agama

Negara Zoonis itu kemudian mencaplok daerah tersebut, tapi tak diakui oleh masyarakat internasional. Untuk menegaskan penolakan tersebut, tak ada negara asing yang mendirikan kantor perwakilannya untuk Israel di Yerusalem.

Kepala perwakilan Palestina untuk Inggris, Manuel Hassassian, mengatakan pernyataan Trump sama halnya dengan mengucapkan “selamat tinggal” pada proses perdamaian Israel-Palestina.

“Trump sama saja mendeklarasikan perang di Timur Tengah. Sama halnya dengan mengajak perang 1,5 miliar muslim dan ratusan juta umat Kristen yang tidak akan terima jika tempat-tempat suci keagamaan mereka didominasi Israel,” katanya.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help