BanjarmasinPost/

Seputar Kalteng

Polisi Minta Keterangan Saksi dan Membentuk Tim Terkait Kelotok Tabrak Tongkang

Penyidik Kepolisian Polsek Montalat, Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalteng, hingga, Jumat (8/12/2017) masih melakukan

Polisi Minta Keterangan Saksi dan Membentuk Tim Terkait Kelotok Tabrak Tongkang
istimewa via TRIBUNKALTENG.com/faturahman
Polisi dan warga melakukan penyisiran.kawasan Sei Barito TKP laka air yang menyebakan dua orang hilang penumpang kelotok menabrak tongkang. (istimewa ERP) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MUARA TEWEH - Penyidik Kepolisian Polsek Montalat, Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalteng, hingga, Jumat (8/12/2017) masih melakukan penyelidikan terkait laka air kelotok tabrak tongkang.

Kecelakaan lalu lintas (laka) air terjadi di Sungai Barito wilayah Desa Pepas, Kecamatan Montallat, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, dua orang jadi korban hilang yakni Wahyu Joni Andean (34) dan anaknya, masih hilang sampai saat ini.

Kecelakaan tersebut, terjadi Kamis (7/12/2017) sekitar pukul 13.30 WIB.

Baca: Ini Penjelasan Kapolsek Soal Ayah dan Anak Tengelam Setelah Kelotok Hantam Tongkang

Baca: BREAKING NEWS - Anak dan Ayah Tenggelam Setelah Kelotok Pecah Tabrak Tongkang Kayu

Baca: Selama 10 Tahun Pria Ini Pesan Pizza Setiap Hari, Tiba-tiba Berhenti, Hal Paling Dramatis Terjadi

Keterangan, Kapolsek Montalat, Ipda Tadik, menyebutkan, pihaknya telah membantuk tim, untuk memantau di TKP, dalam meencari korban hilang, melakukan koordinasi dengan Kapten Kapal Batara VIII dan perusahaan PT. DS, serta memasang garis polisi (police line) terhadap tongkang KBU 55.

Dalam mendapatkan gambaran dan petunjuk pihaknya juga meminta keterangan dari dua orang saksi.

"Irwan (42) karyawan PT DS asal Palembang yang berada di kamp dan Salman (34) karyawan tug boat Batara VIII penarik tongkang KBU 55, dimintai keterangan," ujarnya. (TRIBUNKALTENG.com)

Penulis: Fathurahman
Editor: Ernawati
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help