YABN

Sasirangan Jadi Potensi Baru Masyarakat Dayak Deah Desa Liyu

Sasirangan menjadi potensi baru yang dimiliki masyarakat yang terkenal dengan budaya beliannya

Sasirangan Jadi Potensi Baru Masyarakat Dayak Deah Desa Liyu
Pengrajin sasirangan binaan Yayasan Adaro Bina Negri (YABN) serius mengerjakan karyanya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - “Asa Andra Taropm-taropm, Tulak Pita Mbuli Siropm - Asah Parang Tajam-tajam, Berangkat Pagi Pulang Malam.” Begitu kiranya semboyan hidup yang dipegang oleh masyarakat Desa Liyu di Kecamatan Halong, agar giat berusaha.

Desa yang dihuni oleh mayoritas masyarakat adat Dayak Deah itu berada di kaki Gunung Riyut, Kabupaten Balangan. Desa yang berjarak kurang lebih satu setengah jam dari Kota Paringin itu, menawarkan keragaman budaya untuk ditelusuri. Tari Kurung-kurung, Atraksi Panjat Enau sampai permainan Sentokep menjadi kekhasan yang dimiliki masyarakat adat disana.

Selain budaya, Liyu juga punya beragam potensi wisata untuk dikunjungi. Mulai dari air terjun, Gua Kelelawar sampai tempat wisata Batu Gantung. Di samping itu, potensi alam yang melimpah serta sejumlah kerajinan tradisional, menjadikan Desa Liyu semakin lengkap untuk dikunjungi.

Kerajinan anyaman rotan, pakaian berbahan dasar kulit kayu sampai kain sasirangan khas Desa Liyu menjadi identitas tambahan kearifan lokal bagi desa yang dihuni 168 kepala keluarga itu.

Baca: Delapan Orang Ini Dilarang ke Luar Negeri, KPK: Untuk Kepentingan Penyidikan

Sasirangan menjadi potensi baru yang dimiliki masyarakat yang terkenal dengan budaya beliannya. Warga Liyu mulai mengenal bagaimana cara menjelujur, memotif, mencelup sampai mengombinasi warna bagi kain sasirangan pada 2016, melalui pembinaan pertama yang dilakukan Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) Bidang Sosial Budaya, bekerja sama dengan HIPMIKINDO Provinsi Kalimantan Selatan dan Kabupaten Tabalong.

Pembinaan kerajinan sasirangan diawali penjelaskan tentang sasirangan, karena hal yang asing bagi mereka akan sulit diterima jika tidak mengerti tentang kerajinan sasirangan.

Maka definisi sairangan pun dijelaskan yaitu Sa = satu, Sirang = jelujur jadi mempunyai arti satu jelujur. Selanjutnya, kelompok ibu-ibu Dayak Deah Desa Liyu memulai keterampilan baru membuat sasirangan.

Untuk lebih membedakan antara sasirangan khas Banjar dan sasirangan khas Dayak Deah. Maka motif kain sasirangan yang dimiliki masyarkat Dayak Deah lebih mengedepankan corak khas tradisi leluhur mereka.

Penggunaan motif daun-daunan yang sering digunakan saat ritual seperti daun tempeleng yang mempunyai nilai magis disematkan dalam kain sasirangan. Adapula yang mengangkat tentang hewan endemik Desa Liyu yaitu Layun Rangkau. Kesemuanya dilakukan agar kain sasirangan yang dimiliki memiliki ciri khas masyarakat Desa Liyu.

Pada tahun selanjutnya, 2017, pembinaan diteruskan dengan penguatan warna dan cara pemecahan pola, sehingga kualitas warna yang dimiliki menjadi identitas sasirangan masyarakat Adat Dayak Deah, Desa Liyu.

Dari sejumlah pelatihan yang dilakukan muncul semangat untuk terus mengembangkan potensi desa yang dimilikinya, sehingga pada saat ada perlombaan Desain Motif Sasirangan se-Kalimantan Selatan.

Eny Susanty, perwakilan pengerajin asal Desa Liyu dalam perlombaan, tergabung dalam pengerajin Sasirangan Kabupaten Balangan, merasakan pengalaman baru. “Selama mengikuti kegitan tersebut sangat berkesan, karena bisa melihat hasil dari daerah lain yang sangat bagus dan indah. Di sana juga menjadi ajang sharing terkait pembuatan sasirangan," tutur Eny.

Sasirangan kini menjadi daya tarik bagi masyarakat lain di luar Liyu. Bagi sejumlah kalangan masyarakat Kabupaten Balangan, beberapa di antaranya sebelumnya bahkan ada yang belum mengenal Liyu, dengan adanya kerajinan sasirangan ini lambat laun menjadi daya tarik bagi sejumlah masyarakat untuk berkunjung ke desa tersebut.

Bahkan sudah ada beberapa dinas dari pemerintah daerah yang melakukan kunjungan
Bahkan BKKBN Kabupaten Balangan telah memesan kain sasirangan dengan motif khas Dayak Deah tersebut. Beberapa di antaranya, rela meluangklan waktu sekadar berkunjung ke Desa Liyu hanya untuk mendalami kerajinan sasirangan serta memesanan untuk dipasarkan di tingkat kabupaten. (*/aol)

Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help