Kriminalitas Tanahlaut

Pekan Depan Terdakwa Kasus Perkelahian Petani Karet Divonis

Seperti diwartakan, dari empat pekerja penggali parit batas lahan yang mengawal alat berat yang bekerja menggali parit batas lahan.

Pekan Depan Terdakwa Kasus Perkelahian Petani Karet Divonis
BANJARMASINPOST.co.id/mukhtar wahid
Korban pengeroyokan, Parhani didampingi penasihat hukumnya, H Umar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Senin (18/13/2017) pekan depan, dijadwalkan sidang pembacaan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Pelaihari terkait kasus perkelahian petani karet di Desa Ambawang dengan korban pekerja penggali parit batas.

Itu dikatakan Jaksa Penuntut Umum sekaligus Kepala Seksi Pidana Umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Adhya Satya Lambang Bangsawan usai mendengar duplik atau tanggapan penasihat hukum terdakwa di Pengadilan Negeri Pelaihari, Senin (11/12/2017).

Majelis hakim yang diketuai Boedi Haryantho dan dua hakim anggota Leo Mampe Hasugian dan Amelia Sukmasari itu hari itu agendanya mendengarkan tanggapan penasihat hukum atas tanggapan penuntut umum.

Penasihat hukum terdakwa, Ali Murtadlo dan Iwan Saputra tetap dengan keyakinan bahwa terdakwa, Suwito, Rasmo Sigit Susanto dan Pendukung Y Lada dilepas dari segala dakwaan. Itu karena dari semua saksi yang dihadirkan tidak melihat secara langsung ketiga terdakwa melukai korban.

Baca: Inilah Deretan Kader Partai Golkar yang Menolak Perintah Setya Novanto

Baca: Sekelompok Orang Bertopeng Lempari Rumah Ibadah Umat Yahudi Dengan Bom Molotop, Gara-gara Trump?

Baca: Harbolnas 2017, Ini Tips-tips Belanja Saat Hari Belanja Online Nasional

Sebaliknya, Adhya Satya Lambang Bangsawan juga tetap dengan keyakinan bahwa ketiga terdakwa dituntut dua tahun enam bulan penjara. Itu karena ketiga terdakwa tak dapat membuktikan kemana setelah korban tergeletak di areal perkebunan karet do Desa Ambawang, Kecamatam Batuampar.

Seperti diwartakan, dari empat pekerja penggali parit batas lahan yang mengawal alat berat yang bekerja menggali parit batas lahan. Saat itu satu pekerja bernama Nur Ifansyah mengalami naas. Ia terjatuh dalam duel hingga menderita luka dan patah di lengan. Informasinya akibat dihujani lemparan kayu dan senjata tajam jenis parang oleh massa yang diduga dari para petani karet yang tak rela kebun karet mereka tergusur.

Penasihat hukum terdakwa Ali Murtadlo mengaku jika putusan akhirnya memenangkan penutut umum, dirinya akan berkonsultasi lebih dahulu dengan para terdakwa apakah menerima putusan, pikir-pikir atau banding.

Sementara di luar Pengadilan Negeri Pelaihari, satu korban yang selamat dalam duel tak seimbang itu, Parhani mengaku masih merasa trauma. Itu karena dalam duel sempat merebut empat senjata tajam jenis parang dari tangan petani karet yang menyerang dirinya dengan tiga temannya.

Trauma itu diakuinya karena tak berdaya melihat rekannya Nur Ifansyah yang tergeletak dikerumuni massa dari warha Desa Ambawang. Ia mengaku mundur saat melihat korban terjatuh dikerumuni massa.

"Saya melihat tiga terdakwa itu yang menyerang saya. Suwito itu beradu parang dengan saya. Dua terdakwa lainnya memegang kayu. Saya masih ingat wajah yang menyerang saya bersama tiga teman saya lainnya," katanya didampingi penasihat hukumnya

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved