Terobsesi dengan Makanan Sehat Malah Berbahaya Lho

Terobsesi dengan apapun itu tidak baik, termasuk obsesi dengan makanan sehat alias orthorexia nervosa.

Terobsesi dengan Makanan Sehat Malah Berbahaya Lho
sajiansedap.com
ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Terobsesi dengan apapun itu tidak baik, termasuk obsesi dengan makanan sehat alias orthorexia nervosa. Kini, semua orang berlomba-lomba untuk memperbaiki kualitas hidup mereka mulai dari berolahraga sampai diet.

Yang sedang hangat dibicarakan khususnya adalah diet sehat. Anda pasti sering mendengar tentang diet mayo. Diet ini menjadi populer karena diet mayo diklaim dapat menurunkan berat badan dengan cepat. Juga bisa menyehatkan tubuh karena nutrisinya yang seimbang.

Selain diet mayo juga ada diet-diet lainnya yang tidak kalah hits. Contohnya adalah diet GM, paleo, vegetarian, alkali, hingga ketogenik. Namun, bagaimana dengan orang-orang yang melakukan diet sendiri tanpa panduan?

Baca: Saat Hujan Tiba, Hangatkan Tubuh dengan Secangkir Wedang Teh Susu

Baca: Pernyataan Mengejutkan Raja Bali Usai Hadiri Tablig Akbar Ustadz Somad di Masjid Denpasar

Baca: Jadwal Dubai Super Series 2017 : Hari Ini Pengundian, Cedera Musuh Utama Marcus/Kevin

Jika vegetarian, memilih untuk mengonsumsi sayur-mayur karena dianggap dapat menyehatkan tubuh, ada versi ekstrimnya di mana hidangan tersebut wajib dikonsumsi dalam keadaan mentah?

Dilansir dari Grid.ID, ada suatu sindrom di mana pelakunya sangat terobsesi dengan makanan sehat. Sindrom ini dinamankan orthorexia nervosa. Ini dialami oleh seseorang yang merasa tertekan karena wajib untuk makan makanan yang bersih, mentah, dan jika diolah pun tidak terlalu matang.

Penderitanya benar-benar memakan makanan tanpa dipanaskan lebih dari 44 derajat Celsius. Sehingga enzim-enzim dan mikroba tetap hidup di dalam makanan tersebut. Mereka juga tidak memakan makanan yang mengandung gluten.

Padahal, gluten sendiri adalah protein yang secara alami terkandung dalam hampir semua jenis serealia atau biji-bijian. Mereka juga tidak mengonsumsi susu, daging, maupun gula.

Baca: Mau Kuku Cepat Panjang, Sehat dan Kuat? Konsumsi 7 Makanan Ini!

Orang-orang yang mengidap orthorexia nervosa lebih memilih untuk makan di rumah. Karena saat makan di rumah, ia lebih bisa mengontrol pola makannya dibanding makan di luar.

Hal yang paling berbahaya adalah ketika orang yang mengalami sindrom tersebut terpaku pada definisi sehat menurut diri mereka sendiri tanpa mengindahkan kata-kata para ahli gizi. Bisa jadi obsesi hidup sehat malah berujung membatasi asupan gizi tubuh tanpa menyadarinya.

Nah, itulah bahaya orthorexia nervosa alias terobsesi makanan sehat. Yuk, konsultasikan keinginan hidup sehat kita pada orang-orang yang benar agar tidak salah kaprah. Lidah senang, tubuh pun tetap bugar.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help