Dugaan Korupsi KTP El

Pengacara Setya Novanto Kaget Tiga Nama Politisi PDI-P Hilang dari Dakwaan, Ada Apa Ini?

"Kenapa kok tiba-tiba di perkara ini namanya hilang, namanya Ganjar yang menerima uang hilang"

Pengacara Setya Novanto Kaget Tiga Nama Politisi PDI-P Hilang dari Dakwaan, Ada Apa Ini?
kompas.com
Terdakwa kasus e-KTP Setya Novanto (kiri berkemeja putih dan kuasa hukumnya, Maqdir Ismail, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (13/12/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Pengacara Setya Novanto, Maqdir Ismail, mempertanyakan hilangnya tiga nama politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dari surat dakwaan Setya Novanto.

Ketiga nama itu yakni Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey.

Yasonna dan Ganjar saat proyek e-KTP berjalan duduk di Komisi II DPR, sedangkan Olly merupakan pimpinan Badan Anggaran DPR.

Baca: Bunda Coba Perhatikan! Ini 3 Cara Mudah Memastikan Susu Formula Palsu atau Asli

Baca: Waduh! Menatap Payudara Jadi Cara Jitu Agar Pria Panjang Umur! Nggak Percaya?

Baca: Jadwal Siaran Langsung Dubai Super Series 2017 Hari Kedua di Kompas TV - Ini Lawan Wakil Indonesia

Baca: Hasil Dubai Super Series 2017 - Rekap Hasil Laga Perdana Tiga Wakil Indonesia

Baca: Hasil Dubai Super Series 2017 - Juara Dunia Kalah di Perang Saudara Ganda Putri China

"Kenapa kok tiba-tiba di perkara ini namanya hilang, namanya Ganjar yang menerima uang hilang. Bukan hanya Pak Ganjar, Yasonna Laoly hilang, Olly Dondokambey hilang. Apa yang terjadi, negosiasi apa yang dilakukan oleh KPK," kata Maqdir usai sidang pembacaan dakwaan Setya Novanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (13/12/2017) malam.

Maqdir mengatakan, ketiga nama tersebut sebelumnya ada pada surat dakwaan tiga terdakwa sebelumnya, yakni dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto, serta pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help