Berita Hulu Sungai Utara

Tiga Desa Kembali Terendam Banjir, BPBD Pun Lakukan Ini

Debit air sungai Balangan dan Tabalong serta sungai Negara yang melintasi Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) kembali meningkat.

Tiga Desa Kembali Terendam Banjir, BPBD Pun Lakukan Ini
banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati
Terendam 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Debit air sungai Balangan dan Tabalong serta sungai Negara yang melintasi Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) kembali meningkat. Untuk mengantisipasi kembalinya musibah banjir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HSU kembali mendirikan posko yang berada di sekitar patung itik amuntai yang juga berada di pinggir sungai Negara.

Burhanuddin Kabid Kedaruratan dan logistic BPBD HSU mengatakan posko kembali didirikan pada Kamis (13/12) malam karena melihat adanya peningkatan debit air sungai dan adanya laporan banjir di beberapa desa.

Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) HSU pada Jumat (14/12) pagi langsung mrlakukan survei ke desa yang dilaporkan banjir dan melakukanbpendataan. Desa yang menjadi korban banjir diantaranya adalah Desa Panangian, Danau Terati dan Murung Padang. Ketiga desa ini memang paling rawan terkena musibah banjir karena posisinya berada tak jauh dari sungai Balangan.

Baca: Jalan Utama Menuju Loksado Sempat Tertutup

"Kami masih terus melakukan pendataan dan berharap pada Senin (18/12) bisa menyalurkan bantuan," ujarnya. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Ketehanan pangan, diharapkan dapat memberikan bantuan pangan menggunakan stock lumbug pangan kabupaten.

Selama musim penghujan memang masih akan terus terjadi pasang surut debit air. Selain dipengaruhi oleh curah hujan juga adanya air kiriman dari kabupaten tetangga.

Karenanya Posko banjir masih belum bisa dipastikan akan berapa lama disediakan. Anggota TRC yang berjaga di Posko memiliki tugas harian melakukan survei debit air menggunakan perahu karet yang disediakan.

"Membantu warga yang memerlukan bantuan, seperti beberapa hari lalu terdapat rumah yang terkena sampah batang pohon," ungkapnya.

Baca: Antisipasi Banjir, Kabupaten Tanahlaut Sudah Siapkan Ini

Terpisah Rusmadi Juriani Camat Banjang mengatakan beberapa desa di pinggitan sungai Balangan memang menjadi langganan banjir karena luapan sungai Balangan. Namun warga enggan untuk mengungsi dan memilih bertahan di rumah mereka karena alasan sudah terbiasa dan tak bisa meninggalkan barang barang dirumah.

"Kami terus memberikan imbauan untuk lebih berhati hati saat banjir baik dalam melakukan aktifitas hingga penggunaan listrik," ungkapnya.

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved