Serambi Ummah

Ceramah Zaman Now Harus Memahami Watak Target

Fokusnya, pola dan perilaku anak muda zaman now, tren mendengar ceramah atau pengajian agama melaui gadget tak langsung hadir ke pengajian.

Ceramah Zaman Now Harus Memahami Watak Target
Koran Serambi Ummah Edisi Jumat (15/12/2017) Halaman A 

BANJARMASINPOST.CO.ID - SAHRINA (20) satu hari, serius menonton siaran dari youtube. Ia terkesima dan terkadang mengangguk-angguk. Ternyata, remaja asal Kabupaten Tapin yang kos di Cemara Ujung Banjarmasin ini, tengah mendengarkan ceramah dari satu ustadz.

Ya, kecanggihan teknologi ini menghadirkan sisi positif, jika digunakan secara positif. Fokusnya, pola dan perilaku anak muda zaman now, tren mendengar ceramah atau pengajian agama melaui gadget tidak langsung hadir ke pengajian.

Inilah contoh generasi milenial, orang yang lahir kisaran 1980- 2000- an. Generasi ini dianggap spesial, karena sangat berbeda dengan generasi sebelumnya, apalagi dalam penguasaan teknologi.

Kelebihan yang ada, juga menyertakan kekurangan, sehingga para da’i dalam berdakwah perlu pendekatan tersendiri. Da’i (pendakwah) bukan melawak, sehingga harus dibedakan yang mana materi zaman now dan metodenya zaman now.

Baca: Hari Jumat adalah Hari Raya Umat Islam, Selain Mustajab Berdoa Fakta Kejadian Besar di Hari Ini

Ketua Bidang Dakwah Majelis Ulam Indonesia (MUI) Kalimantan Selatan, H Sukarni menjelaskan, bahwa setiap generasi bahkan setiap kelompok dalam strata sosial memiliki karakteristik dan kekhasan masing-masing.

Ini sudah digambarkan sejak dulu, sehingga ada pepatah menyebutkan didiklah anak anakmu dengan zamanmu. Artinya, materi yang dikuasai da’i harus disesuaikan dengan kondisi perkembangan zaman.

Sebagai pengembang amar ma'ruf nahi munkar (menyuruh berbuat baik dan mencegah mungkar), da'i harus memiliki jurus-jurus tertentu untuk menentukan pendekatan yang tepat. Seorang da'i, mesti memahami watak kehidupan generasi yang didakwahinya.

Baca: Ini Amalan Penyembuh Penyakit Difteri dan yang Lainnya, Cukup Baca Ayat Alquran ini

Generasi milenial, ujar Sukarni yang juga Wakil Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari, sangat akrab dengan dunia kecanggihan teknologi informasi dengan segala turunannya.

Di kalangan generasi milenial ini, selalu cepat dan kurang menghargai proses serta cenderung mengabaikan dunia spiritual.

“Hanya pemahaman yang baik terhadap kondisi riil generasi ini, dakwah kepada mereka akan dapat efektif,” kata Sukarni. (lis)

Baca lebih lengkapi di Serambi Ummah Edisi Jumat (15/12/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved