Berita Hulu Sungai Tengah

Kekurangan Tenaga Medis dan Kaderisasi Ulama, HST Lakukan Langkah Ini

Sedangkan untuk di luar Fakultas Kedokteran, tak diberikan karena program beasiswa tersebut khusus untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis

Kekurangan Tenaga Medis dan Kaderisasi Ulama, HST Lakukan Langkah Ini
banjarmasinpost.co.id/hanani
Pasien cuci darah peserta BPJS yang dilayani di Rs H Damanhuri Barabai, Senin (27/11/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Menyekolahkan siswa putera daerah keperguruan tinggi melalui program beasiswa pemerintah daerah, dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, sejak 2016 hingga 2017. Tercatat sejak 2016 sampai Desember 2017, ada 10 mahasiswa yang studinya dibiayai Pemkab HST untuk program Kedokteran Umum.

Sedangkan untuk di luar Fakultas Kedokteran, tak diberikan karena program beasiswa tersebut khusus untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis di daerah, yang dari sisi jumlah masih kurang.

Selain itu, mengajak putera daerah mengabdi di daerah kelahirannya, membantu pemerintah memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) HST, H Ahmadi menyatakan, untuk 10 orang calon dokter tersebut, Pemkab HST menganggarkan dana APBD dengan pagu Rp 900 juta.

Namun yang terpakai untuk keperluan tersebut Rp 362 juta untuk dua semester. Siswa tersebut mendapat beasiswa pendidikan Pemkab HST, setelah lulus seleksi melalui jalur SNMPTN.

Ada empat angkatan, yang telah terdaftar sebagai penerima, yaitu angkatan 2014, 2015 dan 2016. Adapun dana yang diberikan pada 2016 Rp 127.045.000. Program tersebut baru dianggarkan dalam APBD Perubahan, menjelang tutup tahun anggaran.

“Untuk 2018, juga kembali dianggarkan, namun APBD-nya masih di evaluasi di Pemprov Kalsel,”jelas Ahmadi. Lalu, apa saja syarat mendapatkan bantuan beasiswa pendidikan Pemkab HST?

Selain mengajukan permohonan kepada Pemkab HST, dan ber-KTP HST, juga harus lulus melalui jalur SNMPTN. Selanjutnya, memiliki nilai indeks Prestasi standar, yaitu 2,75. Bersedia mengabdi di daerah selama minimal 11 tahun.

Selain beasiswa untuk mahasiswa Kedokteran, yang saat ini semua di Kedokteran Unlam, Pemkab HST juga program beasiswa untuk santri.

Tujuannya, untuk kaderisasi ulama dan pendakwah dari Bumi Murakata. Tercatat, ada enam santri yang saat ini mendapatkan beasiswa belajar ilmu agama ke luar negeri.

Mereka adalah Nurun Najah, angkatan 2016 Unversitas Al Azhar Mesir, Ahmad Najhan,M Khalillurrahman, Safriani yang kuliah di Universitas Ahgalf, negeri Yaman angkatan 2017 serta Abdullah dan H Khairullah yang belajar di Ponpes Musthafa, Yaman.

“Total anggaran untuk enam orang mahasiswa ke luar negeri itu Rp 225.700.000.”kata Ahmadi. Mengenai persyaratan, jelas Ahmadi berbeda dengan pendidikan Kedokteran. Para santri diseleksi sendiri oleh pihak pondok pesantren secara internal, kemudian diajukan ke Pemkab HST.

“Syaratnya, mereka hanya diminta belajar sunguh-sungguh dan menujukkan prestasi, kemudian pulang ke daerah. Kalaupun tak menjadi pendakwah, minimal jadi ustadz/ustazah di ponpes asalnya,”pungkas Ahmadi. (hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help