Kriminalitas Kotabaru

Terlilit Utang, Mandor Gelapkan Uang Perusahaan Sawit di Kotabaru

Yanto (39) sebelumnya pekerja sebagai mandor di PT Multi Sarana Agro Mandiri (MSAM), sebuah perusahaan perkebunan

Terlilit Utang, Mandor Gelapkan Uang Perusahaan Sawit di Kotabaru
BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah
Yanto menjalani pemeriksaan, Sabtu (16/12/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Yanto (39) sebelumnya pekerja sebagai mandor di PT Multi Sarana Agro Mandiri (MSAM), sebuah perusahaan perkebunan di wilayah Kecamatan Pulaulaut Tengah Kotabaru, kini berurusan dengan pihak Kepolisian Resort (Polres) Kotabaru.

Yanto yang kini meringkuk di tahanan Polsek Pulaulaut Tengah, ditangkap anggota reskrim Polres Kotabaru karena menggelapkan uang Rp 68 juta lebih milik perusahaan tempatnya bekerja.

Tersangka ditangkap, Rabu (12/12/2017) lalu sekitar pukul 20.00 Wita di sebuah lokasi di wilayah Sungai Bajenta, Desa Perigi, Kecamatan Mendawai, Kabupaten Katingan, Kalteng.

Kapolres Kotabaru, AKBP Suhasto SIK, melalui Kapolsek Pulaulaut Tengah, Iptu H Pato S Tompo, membenatkan, tersangka adalah karyawan PT MSAM yang bertugas sebagai mandor.

Menurut Pato, kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang membelit tersangka, berawal berdasarkan data team audit internal PT MSAM diduga telah terjadi penggelembungan atau markup data jumlah tanam kelapa sawit.

Baca: Semifinal Dubai Super Series Finals 2017, Tontowi/Liliyana Sebentar Lagi Tanding Lawan Unggulan Satu

Baca: Final Piala Dunia Antarklub 2017, Berikut LINK LIVE STREAMING Real Madrid Vs Gremio

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Inggris Malam Ini di RCTI, MNC TV dan Bein Sport : City vs Spurs

Baca: Hasil Semifinal Dubai Super Series Finals 2017, Lolos ke Final Marcus/Kevin Sukses Lakukan Revans

Terjadi pada periode bulan Juli 2017 sampai bulan September 2017 di area divisi 1 dan Divisi 2 lahan perkebunan kelapa sawit PT MSAM.

Atas kejadian tersebut perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 68 juta lebih.

Tersangka sempat melarikan diri ke Kalteng, namun akhirnya terhenti setelah jejak pelariannya terendus anggota Polres Kotabaru.

Sementara saat di mapolsek Pulaulaut Tengah, Yanto dimintai keterangannya mengaku, dirinya yang melakukan penggelapan uang puluhan juta milik perusahaan.

Yanto beralasan, nekad menggelapkan uang dengan modus menggelembungkan data jumlah tanam sawit karena terlilut hutang.

"Uangnya digunakan membayar hutang di warung. Utang mengambil rokok, bisa satu lop dan untuk membayar hutang lainnya," tandasnya. (BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help