NEWSVIDEO

Mengharukan, Puisi-puisi dari Para Disabilitas Ini Bikin Terenyuh

Gadis yang biasa disapa Lida itu tampil membacakan puisi dalam rangka Pentas Seni Disabilitas yang digelar di Auditorium Tri Prasetya

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Puisi berjudul 'Karena Doa Ibuku' itu dibacakan dengan penuh penghayatan oleh Nur Hafizah Maulida. Siswa kelas 12 SMALB Dharmasraya Wanita Kalsel sambil meneteskan air mata membaca puisi yang diciptakan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor tersebut.

Gadis yang biasa disapa Lida itu tampil membacakan puisi dalam rangka Pentas Seni Disabilitas yang digelar di Auditorium Tri Prasetya RRI Banjarmasin Sabtu (16/12/2017).

Meski dengan kata-kata yang tidak fasih dan terbata namun puisi dibacakan Lida sapaannya membuat pengunjung terharu dan bersedih. Suasana acara yang awalnya riang gembira berubah menjadi senyap dan penuh air mata. Bukan hanya lirik puisinya saja tapi karena si pembaca puisi adalah penyandang disabilitas yang menderita tuna rungu.

Selain Lida, puluhan penyandang disabilitas lainnya juga ikut tampil mewakili sekolahnya masing masing. Mereka berlomba menunjukan yang terbaik lewat penampilan menari, menyanyi, puisi, bermain angklung dan lainnya.

Ditemui terpisah, Lida mengaku dia sedih dan terharu membacakan puisi tersebut karena sangat meresapi dengan lirik yang dia baca. Apalagi dia tampil bukan seperti pembaca puisi umumnya yang normal bisa menunjukan ekspresi kata kata yang mantap dan benar dipanggung.

"Sebenarnya saya malu tampil dipanggung tapi saya ingin membuktikan bahwa kami (penyandang disabilitas) juga bisa berkarya" kata Lisa dengan bahasa isyarat yang diartikan pendamping dan juga gurunya, Rabiatul.

Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat PW. Muhammadiyah Kalimantan Selatan Hesly Junianto menjelaskan para disabilitas dari tingkat SD, SMP dan SMA ini dalam rangka memeriahkan Hari Disabilitas Internasional yang diperingati pada 3 Desember setiap tahunnya.

"Ada sekitar 200 penyandang disabilitas dari sekolah di Banjarmasin yang menunjukan bakatnya diacara ini," kata Hesly.

Pentingnya hari disabilitas ini kata Hesly agar kaum disabilitas tidak dimarginilkan tapi harus diajak dan diperlakukan dengan sama.

Hesly menambahkan selain itu daerah termasuk Banjarmasin mempunyai perda tentang disabilitas. Hendaknya perda itu diefektifkan jangan hanya menjadi kertas saja.

"Harus diaplikasikan kepada kelompok disabilitas. instansi pemerintah dan swasta harus memperkerjakan untuk diwujudkan. Masih banyak disabilitas tidak diberdayakan ," pungkas dia.

Jangan lupa Subscribe Banjarmasin Post News Video di Youtube :
https://goo.gl/n9RhEU

(Banjarmasin Post/Khairil Rahim)

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved