Berita Hulu Sungai Utara

AKBP Agus Bertekat Lepaskan Anak-anak dari Jeratan Obat Terlarang

AKBP Agus mengungkapkan keprihatinannya dengan adanya tersangka penyalahgunaan obat daftar G yang masih di bawah umur

AKBP Agus Bertekat Lepaskan Anak-anak dari Jeratan Obat Terlarang
Reni Kurnia Wati
Polres Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar Pers Realese dalam penanganan kasus di wilayah hukum Kabupaten HSU.x 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Polres Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar Pers Realese dalam penanganan kasus di wilayah hukum Kabupaten HSU.

Kapolres HSU AKBP Agus Sudaryatno SIK MH menyampaikan beberapa kasus yang telah ditangani pada operasi sikat intan II dengan total barang bukti adalah carnophen 1769 butir, sabu seberat 2,12 gram, uang palsu dan barang bukti dari kasus pencurian yang menyebabkan penghilangan nyawa.

AKBP Agus mengungkapkan keprihatinannya dengan adanya tersangka penyalahgunaan obat daftar G yang masih di bawah umur, hal ini perlu menjadi perhatian dari seluruh pihak karena peredarannya sudah bias diakses anak anak.

Karenanya dalam kegiatannya ini juga mengundang pemerintah daerah yang diwakili oleh Sekda HSU Suyadi, Dinas Kesehatan HSU dan lembaga masyarakat.

Guna menjadi perhatian bersama bagaimana upaya kedepan yang akan dilakukan untuk menutup jalan peredaran obat daftar G kepada anak anak dibawah umur.

“Peredaraan obat daftar G saat ini sudah masuk ke dunia pelajar, perlu adanya kerjasama dari seluruh pihak untuk menghentikan hal ini,” ungkapnya.

Selain itu kasus pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal juga menjadi perhatian banyak pihak, terlebih kedua tersangka yaitu MAsroni dan Ijum yang melakukan tindakan pencurian perhiasan yang dipakai korban dan membunuh korban dengan cara kejam yaitu dengan memukul kepala korban dan membuang ke rawa dan menutupnya dengan semak semak.

Kasus uang palsu juga menarik perhatian karena uang palsu yang diamankan sangat mirip dengan aslinya, secara kasat mata sulit untuk dibedakan. Terlebih jika tidak diperhatikan secara sekmasama.

Uang palsu yag diamankan memiliki hologram dan memiliki pengaman yang mirip dengan aslinya jika dierawang.

Tekstur dan ketebalan kertas juga mirip warna juga tidak jauh perbedaanya. Tersangka penyebaran uang also yang menyeret Rahmadi (43) dan Masrudi (68) juga masih akan terus didalami.
“Tersangka membeli uang palsu dengan harga Rp 2 juta untuk Rp 10 juta uang palsu,” ujarnya.

Dalam operasi sikat intan II mengamankan 45 orang tersangka, 280 perkara tilang dan Binluh 81 orang.

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved