Dunia Gawai

Bisnis Ponsel Samsung Diprediksi Menciut pada 2018, Ini Penyebabnya

Samsung selama ini dikenal sebagai produsen smartphone terbesar dengan pangsa pasar terbanyak di dunia

Bisnis Ponsel Samsung Diprediksi Menciut pada 2018, Ini Penyebabnya
Penumpang maskapai Iberia yang mendapat Samsung Galaxy Note 8 gratis dalam penerbangan Senin (23/10/2017)(Iberia) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Industri smartphone semakin padat dengan kehadiran produsen-produsen asal China. Hal ini sedikit banyak berdampak pada pertumbuhan bisnis para pemain lama, salah satunya Samsung.

Samsung selama ini dikenal sebagai produsen smartphone terbesar dengan pangsa pasar terbanyak di dunia. Posisi tersebut agaknya pelan-pelan bakal menurun, setidaknya begitu ramalan para analis.

Firma Strategy Analytics mengatakan, pangsa pasar Samsung akan menciut sepanjang 2018, berkutat di angka 19,2 persen dengan pengapalan 315 juta unit.

Angka itu lebih kecil ketimbang estimasi sepanjang tahun 2017 ini yang dipatok 20,5 persen. Lemahnya posisi Samsung dikatakan karena gempuran dari Apple sebagai kompetitor kelas atas, dan para vendor China sebagai pesaing di level menengah ke bawah.

“Sementara smartphone iOS tak punya saingan, Samsung akan menghadapi tantangan sulit di segmen Android,” kata professor of business di Seoul National University, Park Nam-gyoo, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Senin (18/12/2017), dari GadgetsNow.

Jika prediksi dari para analis ini benar, Samsung bakal mengulang penurunan pangsa pasar yang sama pada 2016 lalu. Kala itu alasan jebloknya penjualan Samsung mobile karena masalah pada Galaxy Note 7.

Samsung tak berkomentar soal ramalan pasar ini. Selain sang pabrikan Korea Selatan, para analis juga meramalkan posisi vendor-vendor kawakan lainnya.

Apple dikatakan bakal meraup pangsa pasar 14,3 persen sepanjang 2018 dengan pengapalan total 234 juta unit smartphone. Jika benar, persentase itu naik dari estimasi tahun ini sebesar 14 persen.

Pabrikan China seperti Huawei dan Oppo digadang-gadang bakal meraup pangsa pasar masing-masing 10 persen dan 7,8 persen sepanjang 2018 mendatang. Pabrikan China dikatakan tak puas dengan pasar low-end, sehingga akan mulai merambah ke pasar high-end.

Benar atau tidaknya prediksi ini belum bisa diketahui pasti hingga penghujung 2018 mendatang. Kita tunggu saja.

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved