Berita Banjarmasin

Pemko Banjarmasin Bangun Dermaga di RSUD Sultan Surianyah, Ternyata Ini Kegunaannya

Jadi nanti dengan adanya dermaga itu, maka bisa dibangun ambulance sungai yang akesnya langsung ke dermaga di RSUD Sultan Surianyah.

Pemko Banjarmasin Bangun Dermaga di RSUD Sultan Surianyah, Ternyata Ini Kegunaannya
Edi Nugroho
RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemko Banjarmasin akan merencakan membangun dermaga di kawasan RSUD Sultan Suriansyah di kawasan RK Ilir Banjarmasin Selatan.

Jadi nanti dengan adanya dermaga itu, maka bisa dibangun ambulance sungai yang akesnya langsung ke dermaga di RSUD Sultan Surianyah.

"Iya nanti akan kita bangun Dermaga Sungai untuk lalulalang ambulance sungai," kata
Wakil Wali Kota Banjarmsin, Hermansyah, Senin (18/12/17).

Sebelumya tim pembebasan lahan rumah sakit Sultan Surisnyah dan warga yang menempati lahan rumah sakit setempat masih belum ada titik temu soal harga ganti rugi bangunan. Pemko berencana membawa membawa masalah ini ke pengadilan.

"Pemko akan menyerahkan masalah ganti rugi banguan ini kolektif ke pengadilan," Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Perkumiman Ir Akmad Fanani Saifuddin MT.

Menurut Fanani, selagi belum dikirim ke pengadilan, diharapkan ada perubahan pemikiran dari warga yang menempati lahan rumah sakit. Jika sudah dibawa ke pengadilan, apa pun keputusan pengadilan itu harus dihormati.

"Jika pengadilan memutusan A, yaa dihargai keputusan pengadilan tersebut. Jangan sampai ada keputusan pengadilan, nanti warga tidak puas lagi," katanya.

Ditambahkannya, tim pembebasan lahan ragu-ragu untuk menghargai lahan, dan yang dihargai hanya bangunan saja. Alas hak atas bangunan di lahan rumah sakit itu perlu pihak menengahi, yakni pengadilan.

Dikatakannya, saat ini semua di posisi ragu-ragu masalah status lahan dari 12 bangunan warga di lokasi rumah Sakit Sultan Suriansyah tersebut. Jika hanya menghargai bangunan saja, warga menilai nilai terlalu kecil.

"Warga minta lahan dari bangunan itu dihargai, namun tentu harus disertai bukti-bukti alas hak atas tanah yang secara hukum,"katanya.

Menurutnya, rapat tim pembebasan lahan rumah sakit dengan warga yang menempati lahan rumah sakit menemukan titik kesimpulkan tim ragu untuk melakukan pembayaran. Namun jika di pengadilan memang memutuskan harus dibayar, maka tim pembebasan lahan akan menghormati keputusan pengadilan.

"Jika dana kita tak cukup untuk membayari pembebasan lahan tahun ini, maka akan kita anggarkan pada tahun mendatang. Pengadilan akan membuka dokumen alas hak tanah warga sejauhmana keabasannya," kata Fanani.

Soal warga minta ganti rugi rumah, Fanani menyatakan itu di luar kewenangan tim pembebasan lahan. Apa pun yang dikeluhkan warga itu sangat manusiawi dan semua proses pembayaran lahan harus sesuai prosedur.

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved