Berita Banjarmasin

Ada Isu dan Mitos Ekonomi di Industri Kelapa Sawit, Begini Penjelasannya

Industri Kelapa Sawit banyak dihinggapi isu-isu dan mitos tak hanya dari sisi politik dan sosial tapi juga dari sisi perekonomian.

Ada Isu dan Mitos Ekonomi di Industri Kelapa Sawit, Begini Penjelasannya
Ilustrasi
Kebun kelapa sawit 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Industri Kelapa Sawit selama ini banyak dihinggapi isu-isu dan mitos tak hanya dari sisi politik dan sosial tapi juga dari sisi perekonomian.

Dijelaskan Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) Tungkot Sipayung, ada mitos yaitu devisa yang dihasilkan dari industri kelapa sawit sehingga tidak berpengaruh signifikan terhadap perekonomian.

Padahal menurutnya, sebaliknya industri sawit merupakan sektor industri yang berperan utama dan menjadi andalan penghasil devisa negara di sektor non migas.

Dari data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik (BPS), setidaknya tercatat sejak tahun 2008 walaupun berfluktuasi netto ekspor minyak sawit menjadi penyelamat nerca perdagangan sehingga devisa Indonesia di bidang non migas surplus.

Baca: Nikita Gandeng DJ Banua Tampil di Nashville

Baca: Terungkap! Pemilik Mobil B 1 UNO yang Terobos Jalur Busway Bukan Sandiaga Uno

Baca: Mahfud MD Ungkap Dana 100 Juta Dollar Masuk ke Indonesia untuk Menggolkan LGBT dan Zina Dibolehkan

Contohnya pada tahun 2013 minyak sawit menyumbang netto ekspor non migas Indonesia sebesar USD 19,2 miliar, tahun 2014 USD 21,2 miliar, tahun 2015 USD 18,6 miliar dan tahun 2016 sebesar USD 17,8 miliar.

"Jadi dengan nilai ini jelas minyak sawit ini jadi andalan penghasil devisa negara dari sektor non migas," kata Tungkot.

Sekretaris Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalimantan Selatan (Kalsel) A Yuliani menambahkan, industri kelapa sawit di Kalsel juga sangat beperan pada perekonomian masyarakat.

Baca: Jadwal Piala Liga Inggris Malam Ini, Chelsea vs Bournemouth, Bristol City vs Manchester United

Baca: Pengamat Hukum Nyentrik Ini Titip Pesan kepada Setya Novanto di Sidang Keduanya

Dari total sekitar 500 ribu hektar lahan perkebunan kelapa sawit di Kalsel, bahkan sekitar 80 ribu hektar lebih adalah lahan perkebunan kelapa sawit milik petani.

"Minat masyarakat masih besar untuk bergabung dalam industri ini, namun kita semua masih perlu mendorong pemerintah agar kebijakannya mempermudah perizinan sehingga masyarakat bisa berperan serta lebih besar di industri ini," kata Yuliani.(*)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved