Kriminalitas Tanahlaut

NEWSVIDEO: Tiga Terdakwa Kasus Perkelahian di Kebun Karet Desa Ambawang Divonis Bebas

Seperti sidang sebelumnya, ketiga terdakwa dituntut jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut masing-masing dua tahun enam bulan.

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Majelis hakim Pengadilan Negeri Pelaihari menolak tuntutan jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut terhadap ketiga terdakwa, Suwito, Rasmo Sigit Susanto dan Pendukung Y Lada, dalam kasus perkelahian di kebun karet Desa Ambawang, Kecamatan Batuampar.

Itu disampaikan Humas Pengadilan Negeri Pelaihari, Poltak Hutajulu yang menegaskan bahwa tuntutan jaksa dinilai ada kesalahan prosedur dalam berita acara pemeriksaan di tingkat penyidikan.

Masih menurut Poltak, majelis hakim juga memberikan kesempatan kepada jaksa penuntut umum untuk menuntut kembali para terdakwa dengan catatan berkas acara pemeriksaan terhadap terdakwa harus berimbang.

Selain itu, majelis hakim memerintahkan ketiga terdakwa, Suwito, Rasmo Sigit Susanto dan Pendukung Y Lada agar dibebaskan dari penahanan jaksa di Rumah tahanan negara Pelaihari.

Baca: Paspampres Disebut Terima Rp 150 Juta dari Dirjen Hubla, Panglima TNI: Temukan Oknum-oknum Terkait

Kemudian, barang bukti yang diduga milik korban, Nor Ifansyah seperti jaket loreng, bungkus handphone dan sebilah senjata tajam jenis parang diserahkan kepada penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut.

"Jika selama tujuh hari penuntut umum tidak melakukan banding atau perlawanan. Artinya putusan itu dapat diterima. Maka putusan majelis hakim berkekuatan hukum tetap," ujar Poltak, Selasa (19/12/2017).

Menyikapi putusan majelis hakim itu, jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Indra Surya Kurniawan menyatakan pikir-pikir dengan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Pelaihari tersebut.

Putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Pelaihari yang dibacakan hakim ketua, Budhi Haryantho didampingi dua hakim anggota Leo Mampe Hasugian dan Harries Konstituanto itu, langsung disambut suka cita pendukung ketiga terdakwa.

Kerabat Pendukung Y Lada yang jauh-jauh datang dari Kalimantan Tengah menyambut putusan majelis hakim itu sangat adil. Itu karena berdasarkan investigasi yang dilakukan pihaknya bersama keluarga, ketiga terdakwa itu menjadi korban.

Halaman
12
Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved