Berita Hulu Sungai Utara

Dinas Pertanian dan Peternakan Siapkan 6.000 Vaksin untuk Kerbau Rawa

Banyaknya kerbau rawa yang sakit hingga mati di Kecamatan Paminggir juga mendapat perhatian dari Dinas Pertanian dan Peternakan

Dinas Pertanian dan Peternakan Siapkan 6.000 Vaksin untuk Kerbau Rawa
banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati
Sejak dua hari lalu Dinas Peternakan dan B-Vet Banjarbaru mendatangi langsung ke kalang kerbau rawa 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI – Banyaknya kerbau rawa yang sakit hingga mati di Kecamatan Paminggir juga mendapat perhatian dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten HSU dan Balai Veteriner Banjarbaru. Sejak dua hari lalu Dinas Peternakan dan B-Vet Banjarbaru mendatangi langsung ke kalang kerbau rawa. Diketahui empat bulan terakhir banayk kerbau rawa yang sakit dengan cirri tubuh kaku, mencret, mulut selalu mengeluarkan liur dan perut yang keras. Sebagian kerbau rawa masih bisa dijual meski dengan harga murah, namun ada juga yang mati tanpa sempat dijual.

 Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan MAsyarakat Veteriner (Kesmavet) HSU I Gusti Putu Susila mengatakan pada kunjungan pertama pihaknya membagikan vitamin dan antibiotic serta obat cacing hati dan vaksin SE untuk menghindarkan kerbau rawa dari penyakit ngorok pada kerbau.

 Kunjungan kedua Rabu (20/12) bersama B-Vet Banjarbaru melakukan pengambilan sample darah dan feses kerbau rawa di tiga desa yaitu Sapala, Ambahai dan Paminggir. Pemberian vitamin, antibiotic, obat cacing hati, cacing perut dan vaksin SE langsung diberikan ke kalang kerbau yang juga disaksikan oleh ketua RT.

Baca: Hari Ibu 22 Desember 2017, Ini Contoh Bukti Nyata Anak Berbakti kepada sang Ibu

Baca: Waduh! Baru Dua Hari Munaslub, Sudah 350 Orang Kader Golkar Sakit, 50% Terserang Penyakit Ini

 Pihaknya masih akan terus melakukan kunjungan secara berkelanjutan hingga diharapkan seluruh kerbau rawa bisa mendapatkan vitamin dan obat obatan yang diperlukan. “Sebelum pemberian vaksin kerbau rawa harus dipastikan dalam keadaan sehat, tahap pertama yang dilakukan adalah penyembuhan baru akan diberi vaksin,” ungkapnya.

 Untuk stock vitamin dan obat obatan memang masih belum bisa untuk seluruh kerbau rawa yang ada, dan akan berkoordinasi dengan masyarakat agar obat obatan bisa dibeli dengan cara swadaya masyarakat.

 Saat ini pihaknya baru bisa memberikan vaksin SE berjumlah 6000 dosis untuk 6000 ekor kerbau dan diharapkan bisa untuk seluruh kerbau rawa, jika tidak mencukupi akan diprioritaskan pada kerbau rawa yang telah berusia diatas empat bulan dan tidak dalam keadaan hamil.

Baca: Beras Raskin Dikembalikan, Ini Pengakuan Camat Mentewe

 Sayangnya untuk vaksin clostridium masih belum bisa diberikan karena masih belum ada vaksin tersebut. “Kami sudah menyampaikan kepada Dinas PEternakan provinsi mengusulkana agar bisa diadakan vaksin crostridium yang berfungsi untuk pencegahan penyakit hati dan usus merah,” ujanya.

 Terpisah Anggota DPRD Asrani yang juga ikut dalam kegiatan pemberian obat dan pengambilan sample mengatakan sangat berharap tindakan pengobatan hingga pencegahan bisa dilakukan agar tidak lebih banyak kerbau rawa yang sakit dan mati.

 “Kami berterimakasih dengan adanya perhatian dan diharapkan ada solusi jangka panjang agar para peternak bisa mencegah hal ini terjadi kembali,” ungkapnya.

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help