Berita Banjarmasin

Kepala BKD Sebut Empat Pejabat Pemko Banjarmasin Terindikasi Pakai Narkoba, Siapa Mereka?

Sebanyak empat aparatur sipil negara (ASN) eselon di lingkungan Pemko Banjarmasin terindikasi memakai Narkoba dari hasil tes urine

Kepala BKD Sebut Empat Pejabat Pemko Banjarmasin Terindikasi Pakai Narkoba, Siapa Mereka?
Banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho
BADAN Narkotika Nasional Kota (BNNK) Banjarmasin menggelar tes urine di lingkungan pejabat eselon Pemko setempat, Senin (18/12/17) lalu mulai pukul 08:30 Wita hingga siang hari. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sebanyak empat aparatur sipil negara (ASN) eselon di lingkungan Pemko Banjarmasin terindikasi memakai Narkoba dari hasil tes urine oleh Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Banjarmasin, Senin (18/12/2017) lalu ternyata mengidap sejumlah penyakit.

"Para pejabat itu memang mengomsumsi sejumlah obat resep dokter seperti sakit kepala, darah tinggi hingga flu saat digelar tes urine. Masalahnya sudah clear " kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Pendidikan dan Pelatihan Kota Banjarmasin, Ahmad Syaffri Asmi, Kamis (21/12/17).

Sebelumnya, sebanyal 70 aparatur sipil negara (ASN) eselon IV, III, dan II, di lingkungan Pemko Banjarmasin ternyata tak mengikuti tes urine oleh Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Banjarmasin, Senin (18/12/17) lalu.

"Ada 70 ASN yang belum mengikuti tes urine. Ternyata cukup banyak ASN yang belum mengikuti tes urine Narkoba," kata Kepala BNNK Banjarmasin, AKBP Ilyas.

Baca: Hari Ibu 22 Desember 2017 - Ini Sejarah Hari Ibu, Ternyata Sekarang Diartikan Berbeda

Ilyas menyatakan, sebanyak 70 ASN yang tak hadir dalam tes urine tersebut nantinya akan mengikuti jadwal tes urine susulan. Masalah banyaknya ASN yang tak hadir dalam tes urine tersebut urusan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Banjarmasin.

"Saya yakin para ASN itu tidak menghindar dari tes urine Narkoba. Mungkin saja ada urusan lain para ASN tersebut atau begitu apel langsung pulang. Bisa juga ada ASN yang tugas di luar daerah," kata Ilyas.

Ditambahkannya, untuk tes urine susulan waktunya yang mengatur BKD dan tempatnya di kantor BNNK Banjarmasin.
Tes urine narkotika pada Senin (18/12/2017) lalu tersebut yang menemukan empat pejabat positif narkotika tersebut memang dirahasiakan waktunya.

"Begitu selesai apel pagi di balaikota, seluruh ASN yang diundang dikumpulkan di ruang kayuh Baimbai. Setelah itu baru Wali Kota Ibnu Sina memberikan penjelasan akan digelar tes urine. Para ASN banyak terkejut karena tiba-tiba ada tes urine," katanya..

Tes urine, sambungnya, memang dirahasiakan karena alat test urine sangat mahal, yakni satu alat Rp100 ribu. Kalau jadwal tes urine dibocorkan dulu, maka tes urine itu akan negatif karena para ASN akan siap-siap terlebih dahulu.

Halaman
12
Penulis: Edi Nugroho
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved