Kriminalitas Hulu Sungai Tengah

Razia Subuh, Satpol PP dan Dinas Perikanan HST Kembali Sita Puluhan Kilogram Anak Ikan

Razia subuh saat pedagang ikan melaksanakan bongkar muat di pasar Hanyar tersebut membuat tiga pedagang ikan terjerat, dan tak bisa kabur lagi.

Razia Subuh, Satpol PP dan Dinas Perikanan HST Kembali Sita Puluhan Kilogram Anak Ikan
Hanani
Barangbukti berupa baskon dan drum berisi ikan kecil-kecil. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Dinas Perikanan Hulu Sungai Tengah, bersama Dinas Satpol PP HST, kembali melaksanakan razia, Jumat (22/12/2017).

Razia subuh saat pedagang ikan melaksanakan bongkar muat di pasar Hanyar tersebut membuat tiga pedagang ikan terjerat, dan tak bisa kabur lagi.

Mereka adalah Yanti, warga Desa Rantaubujur Kecamatan Labuanamas Utara, Jumaiyah, warga Desa Danau Caramin, Amuntai, HST dan Arbiati, warga Sungai Buluh, HST.

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan, Sunar Wiwarni, kepada BPost, menjelaskan, awalnya pihaknya memergoki Jumaiyah dan Arbiati membawa masing-masing dua baskom dan satu baskom ikan anakan haruan, lalu menjualnya di Pasar Barabai. Keduanya pun di bawa ke Kantor Satpol PP bersama barang bukti.

Sambil dimintai keterangan oleh penyidik PPNS, Dinas Perikanan dipimpin Kepala Dinas langsung melakukan pelepasan ikan papuyu dan tomal kecil-kecil itu ke perairan umum di Desa Timbuk Bahalang Kecamatan Batang alai Utara. Usai menebar benih ikan, Tim gabungan itu kemudian kembali ke pasar, dan ternyata masih menemukan jual beli ikan anakan.

Baca: Profil Tio Pakusadewo Peraih 2 Piala Citra, Ternyata Keturunan Bangsawan Jawa Bergelar Raden

Ikan yang menurut pengakuan pemiliknya, Yanti, warga Rantaubujur sebanyak 25 kilogram itu diangkut menggunakan mobil pikap. IKan yang dibawa menggunakan drum kecil tersebut juga langsung disita pihak Satpol PP, dan langsung melepasnya ke Desa Ilung PAsar Lama, di perairan umum, di sebuah sungai kecil.

“Hanya dibawa ke kantor Satpol PP sebentar, difoto lalu dilepas karena kami khawatir ikannya mati,”tutur Kadis Perikanan.

Diharapkan, kata Wiwarni, benih ikan yang ditebar tersebut bisa tumbuh sampai besar.

“Kami sama sekali tak melarang masyarakat menangkap ikan, tapi jangan menangkap anakan, karena berpotensi menurunkan produksi ikan besar,” kata Sunar Wiwarni.

Hingga sore ini, ketiga perempuan tersebut masih menjalani pemeriksaan penyidik PPNS di Kantor Satpol PP.

Semestinya, ketiganya sidangkan Jumat hari ini juga. Namun, karena jam kerja sudah habis, dan ada libur panjang sampai Selasa, jelas Wiwarni pihaknya memohon perkara tersebut disidangkan pada Rabu, 27 Desember mendatang.

Disebutkan tiga pedagang ikan kecil itu melanggar Perda HST tentang Larangan Menangkap ikan dengan cara menyetrum, termasuk larangan menangkap ikan kecil atau anakan, dengan ancaman denda maksimal Rp 50 juta dan kurungan enam bulan. (hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved