Berita HST

Roby Berharap BKN Akomodasi Formasi Khusus CPNS Guru Honor di Pedalaman

Rencana BKN melakukan penerimaan CPNS di daera-daerah, disambut gembira kalangan guru honor maupun guru kontrak.

Roby Berharap BKN Akomodasi Formasi Khusus  CPNS  Guru Honor di Pedalaman
istimewa
Roby (memegang payung merah) dan rekannya saat kembali ke kampung halamannya, setelah membeli kebutuhan pokok di Barabai. Desa Juhu Kecamatan Batangalai Selatan hanya bisa dicapai dengan berjalan kaki satu malam dua hari. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Rencana BKN melakukan penerimaan CPNS di daera-daerah, disambut gembira kalangan guru honor maupun guru kontrak.

Khususnya guru bertatus korak dan honor yang selama ini bertahun tahun mengajar di Desa terpencil hingga pedalaman Meratus di HST, namun tak pernah diberi kesempatan khusus.

Padahal sebagian mereka juga sudah kuliah dan meraih gelar sarjana S1.

Seperti dialami Roby, guru di SDN Juhu, Desa Juhu, Kecamatan Batangalai Timur, Hulu Sungai Tengah.  Hampir tiga tahun dia menjadi guru kontrak, lulusan PKIP jurusan Bahasa Inggris ini belum punya kesempatan menjadi PNS.

Baca: HST Masih Butuh 504 Lebih CPNS, Sejak Moratorium 2011, Ini Faktanya

Padahal, Roby yang juga Ketua Aliansi Masyarakat Adat Cabang HST ini merupakan warga asli setempat.

“Tak hanya saya yang belum mendapat kesempatan jadi PNS, tapi masih banyak teman-teman lainnya, yang mengajar di desa terpencil, tapi belum berkesempata lulus tes seleksi. Padahal, merekalah yang punya komitmen mengajar di desa terpencil. Faktanya, jarang ada guru PNS dari luar desa yang mau tinggal di lokasi sekitar sekolah, dengan berbagai alasan,”kata Roby.

Dia pun berharap, pemerintah kabupaten, memperjuangkan guru honor maupun guru kontrak di desa terpencil, agar BKN memberikan formasi khusus dan jalur khusus untuk mereka.

“Sebab kalau kami bersaing, dari segi nilai mungkin kurang. Tapi dari sisi fisik, mental dan komitmen tinggal di desa, kami sudah teruji. Kami sudah terbiasa tanpa sinyal telepon, tanpa ada hiburan dan jalan-jalan ke luar daerah seperti guru di kota,”kata Roby lagi.

Baca: Live Streaming SCTV Real Madrid vs Barcelona Sabtu (23/12) : El Clasico Tanpa Guard of Honor

Dijelaskan, untuk di sekolah tempatnya mengajar, saat ini hanya ada enam guru, terdiri dua guru PNS, dua guru kontrak dan dua guru honor.  Guru kontrak dan satu guru honor, sudah berpendidikan S1 ilmu keguruan dan kependidikan. Satu orang lagi, lulusan SMA. Dua guru PNS terebut, kata Roby tak tinggal di Juhu. Untuk mencapai Desa Juhu sendiri, hanya bisa dengan berjalan kaki, dua hari satu malam melewati hutan belantara.

“Dari sisi informasi penerimaan CPNS saja, kami sudah ketinggalan, karena di desa tidak ada jaringan selular, belum ada listrik 24 jam, karena masih menggunakan genset. Jadi realistis saja kalau kami  putera asli desa yang bersedia membuat komitmen tinggal di desa dan mengabdi di desa kelahiran, dipermudah menjadi PNS,” pungkasnya. (*)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help