Berita Tanahlaut

26 Titik Pasca Kebakaran Hutan dan Lahan Dimonitor Personel Manggala Agni, Kecuali Dua Kecamatan

Musim ekstrem di wilayah Kabupaten Tanahlaut tak membuat personel Brigade Manggala Agni Tanahlaut bersantai.

26 Titik Pasca Kebakaran Hutan dan Lahan Dimonitor Personel Manggala Agni, Kecuali Dua Kecamatan
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
CEK- Sejumlah anggota Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan Manggala Agni Tanahlaut antre pengecekan tensi darah dengan petugas medis Kodim 1009 Pelaihari sebelum mengikuti seleksi fisik di halaman Kodim 1009 Pelaihari, belum lama ini 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Musim ekstrem di wilayah Kabupaten Tanahlaut tak membuat personel Brigade Manggala Agni Tanahlaut bersantai.

Sebanyak 26 titik pasca dilanda kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Tanahlaut dimonitor personel Brigade Manggala Agni Tanahlaut.

Total personel Manggala Agni Tanahlaut yang disebar sebanyak 59 orang. Itu merupakan hasil seleksi sejumlah rangkaian tes yang dilaksanakan pihak Manggala Agni.

Kepala Brigade Manggala Agni Daerah Operasi Tanahlaut, Dody Ronald Hutapea, menjelaskan dari 26 titik monitor itu tersebar di wilayah Kabupaten Tanahlaut.

Baca: Pedagang Tanah Abang Heboh Didatangi Haji Lulung dan Sandiaga Uno

"Hanya dua kecamatan yang tidak dimonitor dan dievaluasi, yaitu Kecamatan Kintap dan Kecamatan Batuampar. Selebihnya dievaluasi," katanya, Selasa (26/12/2017).

Dody mengaku senang hasil tes 59 personel Manggala Agni Tanahlaut hanya satu yang belum dikontrak pihaknya karena mengalami sakit saat proses seleksi.

Seperti diwartakan, tahapan seleksi personel Brigade Manggala Agni Daerah Operasi Tanahlaut menggandeng pihak Badan Nasional Narkotika Kota Banjarbaru dan Kodim 1009 Pelaihari.

Baca: Bella Sophie Wah dan Glamor, Kehidupan Kedua Orangtuanya Berbalik 360 Derajat!

Proses pengecekan urine tidak satu pun anggota Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan Manggala Agni Tanahlaut mengonsumsi narkotika dan zat sejenisnya.

Kemudian ujian fisik dilaksanakan di halaman Markas Kodim 1009 Pelaihari, hasil tes juga tak mengecewakan karena fisik personel Brigade Manggala Agni Tanahlaut fit semua.

Komandan Kodim 1009 Pelaihari, Letkol Inf Bagus Budi Adrianto mengaku pihaknya hanya membantu seleksi fisik anggota personel Brigade Manggala Agni Tanahlaut.

Menurutnya, ancaman bahaya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Tanahlaut merupakan kerja bersama semua pihak, termasuk personel Kodim 1009 Pelaihari.

"Bagaimana memadamkan api di hutan jika fisik personel Brigade Manggala Agni Tanahlaut tidak fit. Memadamkan kebakaran hutan itu pekerjaan berat dan memerlukan fisik yang prima," katanya.

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help