Berita Kotabaru

Ipansyah Pastikan Pekerjaan Embung Gunung Perak Tertunda, karena Masalah Ini

Lelang sekaligus pembangunan embung Gunung Perak yang direncanakan dimulai pada 2018 dimungkinkan tertunda.

Ipansyah Pastikan Pekerjaan Embung Gunung Perak Tertunda, karena Masalah Ini
BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah
Direktur PDAM Kotabaru, Noor Ipansyah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Lelang sekaligus pembangunan embung Gunung Perak yang direncanakan dimulai pada 2018 dimungkinkan tertunda. Sudah mendekati akhir tahun, sementara Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kotabaru belum melakukan pembebasan lahan untuk mobilisasi.

Belum ada kepastian pembebasan lahan masyarakat digunakan untuk mobilisasi selesai dilaksanakan tahun ini, menjadi indikator bakal tertundanya pelaksanaan proyek pembangunan bersumber dari dana pemerintah pusat.

Karena pembebasan lahan merupakan bagian dari salah satu syarat dilelangnya sebuah kegiatan yang ditetapkan satuan kerja (Satker).

Direktur PDAM Kotabaru Noor Ipansyah tidak menepis, belum dibebaskannya sebagian lahan milik masyarakat di lokasi rencana pembangunan embung Gunung Perak.

Baca: Wow! Kota Banjarmasin Punya Taman Vertikal, Ternyata Ibnu Sina Punya Mimpi Seperti Ini

Menurut Ipansyah, sangat berharap sebagian lahan tersebut secepatnya dibebaskan. Sebab bila rencana pembangunan embung Gunung Perak belum bisa dilelang. Bukan hanya rencana pekerjaan ditargetkan 2018 tertunda.

Tetapi distribusi air bersih ke pelanggan dipastikannya masih akan terganggu, karena target jaminan ketersediaan air baku PDAM belum bisa tercapai.

Terlebih, bila Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air tetap tidak bisa membebaskan sebagian sisa lahan belum dibebaskan. Diharapkan pembebasan lahan milik warga di sekitar embung Gunung Tirawan yang tergenang bisa dilaksanakan.

"Supaya kapasitas embung tirawan bisa maksimal," ungkap Ipansyah, Rabu (27/12/2017).

Baca: Wanita Ini Diminta Orangtuanya Meninggalkan Kekasihnya yang Lumpuh, Begini Kisah Pilunya

Sangat diharapkan Ipansyah, sisa lahan warga di sekitar embung Gunung Tirawan bisa dibebaskan. Dengan maksimalnya kapasitas air baku di embung Tirawan, bisa sebagai bahan baku persiapan menghadapi apabila terjadi kemarau di 2018.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kotabaru, Abdul Hamid dikonfirmasi melalui telepon genggamnya enggan memberikan komentar.

"Tidak bisa nah lagi nyetir, lagi nyetir," singkat Hamid.

Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved