Kriminalitas Banjarbaru

Inilah Narkoba Paling Banyak Ditangkap di Banjarbaru Selama 2017, 3 Orang Sampai Gila

Tahun 2018 dituntut lebih agresif upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika (p4gn),

Inilah Narkoba Paling Banyak Ditangkap di Banjarbaru Selama 2017, 3 Orang Sampai Gila
BANJARMASINPOST.co.id/nia kurniawan
Kepala BNNK Banjarbaru AKBP Sugito bersama jajaran, Kamis (28/12/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Tahun 2018 dituntut lebih agresif upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika (p4gn), tanpa kecuali di Banjarbaru.

Sepanjang 2017 ini di Banjarbaru tiga orang jadi gila karena ketergantungan berat.

Bahkan 175 orang rawat jalan rehabilitasi karena Carnophen.

Dari jumlah 175 pasien rehabilitasi hampir mayoritas atau 62,3 persennya akibat konsumsi Carnophen, kemudian 20 persen karena sabu-sabu dan 8,6 persen akibat ekstasi.

Baca: Hmm, Selama Dua Bulan di Banjarbaru Tante Mer puaskan nafsu 30 lelaki, Tarif Kencannya Bikin Syok

Baca: 9 Polwan Tertangkap Basah Selingkuh, Ada yang Digerebek Sedang Begituan di Asrama!

Sebanyak 10,6 persen akibat zat lain seperti ganja, tembakau gorila, jamur dan lem.

Pada kesempatan rilis BNNK Banjarbaru akan hasil capaian program P4GN , Kamis (28/12/2017).

Tiga orang sampai gila tahun ini, sepanjang buka klinik dari 2015 lalu sampai sekarang sudah 15 orang gangguan jiwa.

Kepala BNNK Banjarbaru AKBP Sugito menambahkan sepanjang 2017 sudah 175 orang direhabilitasi rawat jalan dari target 100 orang.

Yang rawat inap sebanyak 15 orang, dengan rincian 13 orang di RS Sambang lihum, satu orang di balai rehab Lido, satu orang di balai rehab swasta.

Untuk klien pasca rehabilitasi dan rawatan lanjutan sebanyak 94 orang.

"Paling dominan usia 15-19 tahun, masih status pelajar maupun mahasiswa , mereka ini dari coba coba kemudian secara rutin konsumsi akhirnya ketergantungan. Bila melihat dari kelompok umur penyalahguna," katanya.

Dikatakannya lebih lanjut, untuk pemberantasan dalam setahun ini berhasil tangani kasus sabu-sabu total 7,1 gram dan dua bungkus tembakau gorila 7,18 gram, hasil kerja sama dengan berbagai instansi.

"Tugas ini tidak ringan dan tidak mudah perlu kerjasama semua pihak. Masyarakat juga harus berperan aktif. Kami juga ada peningkatan kinerja 91,49 persen kenaikan nya. Tahun 2016 tadi realisasi keuangan 91,08 persen saja.," Katanya. (BANJARMASINPOST.co.id/nia kurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help