Komunitas

Asyik Bener! Habis Gowes di Karang Intan, KCC Nikmati Manisnya Durian Biih

Komunitas gowes Kayuh Baimbai Banjarmasin yang dipimpin langsung walikota Banjarmasin Ibnu Sina menutup gowes rutin mereka

Asyik Bener! Habis Gowes di Karang Intan, KCC Nikmati Manisnya Durian Biih
via BANJARMASINPOST.co.id/khairil rahim
(Istimewa) Komunitas gowes Kayuh Baimbai Banjarmasin melakukan touring ke kebun durian di Desa Biih, Kabupaten Banjar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Komunitas gowes Kayuh Baimbai Banjarmasin yang dipimpin langsung walikota Banjarmasin Ibnu Sina menutup gowes rutin mereka di akhir tahun dengan bersepeda ke Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Senin (25/12) pagi.

Menariknya sambil gowes bersama sejumlah komunitas sepeda di Banua, Ibnu Sina juga langsung menyantap durian dari kebunnya di Desa Biih, kabupaten Banjar.

Kelelahan para pegowes mengayuh pedal langsung terbayar dengan nikmatnya hidangan buah puluhan biji durian siap santap yang disiapkan pemilik kebun.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Inggris Sabtu - Minggu di RCTI dan MNC TV : MU Bakal Pesta Gol?

Baca: Hmm, Selama Dua Bulan di Banjarbaru Tante Mer puaskan nafsu 30 lelaki, Tarif Kencannya Bikin Syok

Di Desa Biih, ada durian terkenal yakni Durian Penyangat. Durian ini merupakan salah satu durian primadona. Sebab, selain dagingnya cukup tebal dan rasanya yang legit, durian tersebut merupakan pemenang pertama kontes durian tingkat nasional di Jakarta.

(Istimewa) Komunitas gowes Kayuh Baimbai.
(Istimewa) Komunitas gowes Kayuh Baimbai. (via BANJARMASINPOST.co.id/khairil rahim)

Makhmud salah satu anggota Kayuh Baimbai mengatakan sebelum tutup tahun walikota ingin melakukan gowes yang berbeda salah satunya dengan keluar kota.

"Biasakan gowes dalam kota saja ini kita keluar kota dikawasan kabupaten Banjar saja," ujat kabid Tata Lingkungan DLH Banjarmasin ini.

Dalam kegiatan itu kata Mahmud sebanayak 125 0rang pegowes dari beberapa komunitas sepeda dan perseorangan dari kota Banjarmasin ikut ambil bagian.

(Istimewa) Komunitas Gowes Kayuh Baimbai.
(Istimewa) Komunitas Gowes Kayuh Baimbai. (via BANJARMASINPOST.co.id/khairil rahim)

Untuk rute jauh Mahmud peserta bergerak dari TP Karang Intan lalu menyisir dikawasan pondok Daun, laluelintas di Mali mali, Lok Tangga dan Sungai besar.

Setelah menempuh perjalanan panjang sejauh 15 kilometer peserta pun langsung ke agrowisata Bi ih untuk menyantap durian yang memang terkenal kelezatannya dikawasan tersebut.

"Setelah itu kami kembali gowes kembali ke rute semula yang tadi dijalani dan finisd di TPA Karang Intan," kata Mahmud.

Pulang pergi selama gowes dari Karang Intan ke kawasan Agrowisata Biih tersebut menempuh jarak sejauh 30 kilometer yang lumayan jauh untuk para pegowes.

(Istimewa) Komunitas Gowes Kayuh Baimbai.
(Istimewa) Komunitas Gowes Kayuh Baimbai. (via BANJARMASINPOST.co.id/khairil rahim)

Mengenai trek yang dilalui Mahmud mengaku berbeda dengan yang biasa dilakukan di Banjarmasin berupa jalan raya. Di gowes terakhir 2017 itu pegowes melewati jalur aspal sekitar 40 persen dan sisanya tanjakan.

"Makanya peserta wajib memakai MTB karena Medan yang dilalui semi off-road," kata dia.(BANJARMASINPOST.co.id/khairil rahim)

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved