Seni dan Budaya

Ulfah Tak Bosan Menyaksikan Dipa Tales of Sukmaraga and Padmarga

Kisah ini tak menceritakan tentang pendirian Kerajaan Negara Dipa oleh Empu Jatmika, tapa Putri Junjung Buih, hubungan Putri Junjung Buih

Ulfah Tak Bosan Menyaksikan Dipa Tales of Sukmaraga and Padmarga
Banjarmasinpost.co.id/Yayu Fathilal
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ada yang berbeda dalam pementasan Dipa Tales of Sukmaraga and Padmarga dari Sendratasik Berkarya 7 yang digelar mahasiswa Prodi Sendratasik FKIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin di Gedung Balairungsari Taman Budaya Provinsi Kalsel, 27-28 Desember 2017.

Kisah ini tak menceritakan tentang pendirian Kerajaan Negara Dipa oleh Empu Jatmika, tapa Putri Junjung Buih, hubungan Putri Junjung Buih dengan dua putra dan keputusan Lambung Mangkurat membunuh kedua keponakannya, Sukmaraga dan Padmaraga.

Penonton, yang rata-rata mengetahui persis alur kisah Negara Dipa, mendapat sejumlah kejutan dan harus berpikir apakah Patmaraga dan Sukmaraga mati atau bergabung dengan pasukan perampok. Ini karena di akhir cerita, kedua bersaudara itu tidak dibunuh Lambung Mangkurat, melainkan di­suruh pergi dan ketemu para perompak.

Baca: Sri Mulyani: Barang Pribadi Senilai Rp 6,77 Juta Bebas Bea Masuk

Terlepas dari akhir cerita yang mengambang, pementasan Dipa Tales of Sukmaraga and Padmaraga sangat menarik buat ditonton. Mulai karakter pemain yang menjiwai peran, tariannya yang disertai nyanyian, adanya kolaborasi musik modern dan tradisional dan humornya.

“Pementasan ini cukup menarik baik dari sisi drama dan paduan musiknya. Tak bosan menyaksikannya,” kata Ulfah, salah satu penonton.

Senada diungkapkan seniman senior Aril Lawang. Kisah Negara Dipa kali ini digarap berbeda dengan sebelumnya. “Ini menggelitik hati penonton untuk tahu kisah selanjutnya,” papar Aril.

Rezky yang memerankan Sukmaraga mengatakan persiapanya hampir dua bulan. “Saya agak kesusahan memerankan Sukmaraga karena tidak tahu kaya apa sifatnya. Hanya berusaha maksimal,” tandas mahasiswa semester 5 Prodi Sendratasik ini.

Begitu juga pemeran Putri Junjung Buih, Putri Yunita Permata. Dia tidak tahu persis harus bagaimana bertindak sebagai wanita agung dan keturunan dewa. “Alhamdulilah, saya bisa menjalankan peran itu dengan baik,” tandas dosen Prodi Sendratasik FKIP ULM ini.

Baca: Toko Kartu Legendaris Hallmark Gulung Tikar, Pelanggan: Hati Saya Remuk

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help