Berita Hulu Sungai Selatan

Achmad Fikry Keluarkan Edaran Soal Sasirangan, Begini Kata Pengrajin

Adanya surat edaran dari Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) H Achmad Fikry terkait dengan penggunaan kain sasirangan

Achmad Fikry Keluarkan Edaran Soal Sasirangan, Begini Kata Pengrajin
via BANJARMASINPOST.co.id/aprianto
(Istimewa/RD Sasirangan) Pengrajin sasirangan dari RD Sasirangan Pahuluan, HSS, membuat motif kain sasirangan dan cara dijelujur. Foto dirilis Senin (1/1/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Adanya surat edaran dari Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) H Achmad Fikry terkait dengan penggunaan kain sasirangan produk lokal asli HSS, direspon positif oleh pengrajin sasirangan di HSS.

Surat edaran Bupati HSS itu nomor 518/495/Disnakerkop-UKP tentang penggunaan kain sasirangan produk daerah Kabupaten HSS.

Pengrajin sasirangan di HSS Ridhawati Hilma yang memakai nama RD Sasirangan Pahuluan mengaku sangat mengapresiasi tentang adanya surat edaran Bupati HSS terkait penggunaan kain sasirangan produk lokal asli HSS.

Baca: LIVE STREAMING Indonesia Bertasbih TV One, Ustadz Abdul Somad Dipastikan Hadir Meski Sedang Umrah

Baca: 5 Hari Jelang Pernikahan, Pengantin Wanita Tewas, Mengejutkan Tunangan dan Selingkuhan Terlibat


"Adanya surat itu tentunya sangat membantu dan untuk memberdayakan kami selaku pengrajin lokal di HSS," katanya, Senin, (1/1).

Lokasi pengrajin sasirangan yang beralamatkan di Jalan Jendral A Ayni No 9 RT 6 RW III Parincahan Tengah, Kandangan Utara, Hulu Sungai Selatan ini sudah ada mempekerjakan sekitar 15 karyawan.

"Kita pengrajin sasirangan hand made asli dari HSS. Sekitar dua tahun yang lalu mulai merintis membuat sasirangan," lanjutnya.

Sejauh dikatakannya masih belum ada peningkatan secara signifikan setelah adanya surat edaran dari Bupati HSS.

"Saat ini masih seperti biasanya untuk pesanan. Semoga dengan adanya surat edaran itu akan meningkatkan pemesan," harapnya.

Dikatakannya sejauh ini pemesan kain sasirangan ada dari masyarakat di HSS, para PNS hingga pemesan dari luar daerah Kandangan.

Dalam satu minggu, pihaknya bisa menyelesaikan sekitar 50 lembar kain yang dipola menjadi sasirangan.

Untuk harga permeternya tergantung dengan jenis kainnya.

"Untuk jenis kain semi sutra permeter Rp 45 ribu, jenis katun satin Rp 60 ribu permeter dan untuk jenis kain sutra dari Rp 100 ribu hingga 200 ribu permeternya," bebernya.

Pihaknya berharap, ke depannya ederan Bupati HSS itu bisa benar-benar diterapkan oleh para ASN di HSS yang menggunakan sasirangan asli produk pengrajin HSS. (BANJARMASINPOST.co.id/aprianto)

Penulis: Aprianto
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved