Kocak, Ini yang Terjadi Apabila Anak-anak dan Orangtua Saling Bertukar Peran

Bahkan, sempat terpikir kenapa orangtua sering mengomeli saat bandel, padahal diri kita tidak merasa perilaku kita bandel.

Kocak, Ini yang Terjadi Apabila Anak-anak dan Orangtua Saling Bertukar Peran
Brightside.me
Anak-anak menyuruh orangtuanya tidak memilih-milih makanan 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Saat masih anak-anak, kelakuan kita sering mengundang amarah dari orangtua kita. Bahkan, sempat terpikir kenapa orangtua sering mengomeli saat bandel, padahal diri kita tidak merasa perilaku kita bandel.

Tetapi seiring berjalannya waktu, kita mulai menyadari kesalahan saat masih kecil. Terlebih lagi saat mengasuh adik atau keponakan yang masih kecil dan bandelnya minta ampun.

Dikutip dari brightside.me, diilustrasikan saat anak kecil dan orangtuanya saling bertukar posisi. Anak-anak menjadi orangtua, sedangkan orangtua berpindah posisi menjadi anak-anak.

1. Makanannya harus habis, nggak boleh sisa!

Anak-anak menyuruh orangtuanya agar Makanan tidak disisakan
Anak-anak menyuruh orangtuanya agar Makanan tidak disisakan (Brightside.me)

Orangtua sering menegur anaknya saat tidak menghabiskan makanan yang ada di meja. Alasan yang anak-anak sering lontarkan yaitu karena sudah kenyang, padahal makanan yang tidak dihabiskan itu adalah makanan yang tidak dia suka.

Terjemahan teks foto : "Mama-Papa harus duduk manis di meja sampai makanannya habis nggak bersisa!"

2. Dari mana aja mama sama papa?

nak-anak menanyakan mama dan papanya yang telat pulang.
nak-anak menanyakan mama dan papanya yang telat pulang. (Brightside.me)

Anak-anak sering dimarahi apabila pulang terlalu larut malam, terlebih lagi tanpa memberi kabar kepada orangtua. Bahkan orang tua kita akan rela terjaga semalaman hingga anaknya pulang ke rumah.

Terjemahan teks foto :
Anak cewek: "Dari mana saja?"
Anak cowok: "Kenapa tidak angkat telepon?"
Mama: "Oh, maaf!"
Papa: "Kita baru saja ketemu teman di jalan…"

3. Bukan ibu-ibu, malah anak-anaknya yang ngerumpi

Bukan ibu-ibu, malah anaknya yang ngerumpi.
Bukan ibu-ibu, malah anaknya yang ngerumpi. (Brightside.me)

Sering sekali apabila para ibu-ibu bertemu dan berkumpul, akan terjadi pembicaraan yang memakan waktu. Bahasan saat ngerumpi pun bermacam-macam, dari mengenai keluarganya, kondisinya, hingga orang lain.

Anak 1: "Eh tahu nggak, papaku kemarin dapat promosi lho."
Anak 2: "Wah. beruntung deh kamu! Papaku nggak ngapa-ngapain, cuma nonton TV seharian di rumah."

4. Jangan memilih-milih makanan

Anak-anak menyuruh orangtuanya tidak memilih-milih makanan
Anak-anak menyuruh orangtuanya tidak memilih-milih makanan (Brightside.me)

Kita sering diajarkan untuk tidak memilih-milih makanan, padahal makanan yang kita tolak memiliki khasiat yang baik untuk diri kita.

Papa: "Yek! Papa tidak suka bubur!"
Anak: "Ayo makan! Ini berkhasiat kok, kau membutuhkan ini untuk hidup!"

Penulis: Amirul Yusuf
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help