Merasa Risih dan Terganggu

Kepada Satlantas Banjarmasin. Mohon petunjuknya, ulun handak betakun? Apa boleh pengendara roda dua pakai knalpot blong atau

Merasa Risih dan Terganggu
Banjarmasinpost.co.id
Hot Line BPost 0816215000 

BANJARMASIN - Kepada Satlantas Banjarmasin. Mohon petunjuknya, ulun handak betakun? Apa boleh pengendara roda dua pakai knalpot blong atau knalpot mengeluarkan suara keras? Kami sebagai orang yang telah berusia tua merasa risih dan terganggu. Apakah hal seperti ini ada aturannya dan bagaimana polisi menindak hal tersebut. Demikian pertanyaan kami, terima kasih atas tanggapannya. 08565394611

TANGGAPAN:
YTH Pembaca Banjarmasin Post. Terima kasih atas perhatian dan saran serta masukannya. Perlu saya jelaskan bahwa, knalpot sepeda motor yang dibobok atau dibuat racing adalah knalpot yang dibuat lebih besar dari pada knalpot standar, memiliki bentuk berbeda dengan aslinya, dan suara yang lebih bergemuruh.

Setiap kendaraan bermotor yang sudah dipasarkan dan digunakan di jalan umum tentunya sudah dilakukan pengujian persyaratan laik jalan sebagaimana diatur di Peraturan Pemerintah No. 55 tahun 2012 tentang Kendaraan pasal 64.

Knalpot yang bukan standarnya (blong) tentunya tidak memenuhi batasan Emisi Gas Buang dan kebisingan suara sebagaimana diatur di pasal 65 dan 66.

Emisi Gas Buang sendiri diatur oleh Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2006, sedangkan Kebisingan suara diatur di Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 10 tahun 2009.
Dari tiga peraturan tersebut di atas, tentunya kita bisa menyimpulkan knalpot yang sudah standar tidak perlu diganti dengan knlapot blong atau knalpot tanpa uji kelaikkan.

Sanksi dari pada penggunaan knalpot yang tidak sesuai standard adalah UU RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 285 ayat (1).

Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah). Terima kasih.

KOMPOL WIBOWO SIK
Kasatlantas Polresta Banjarmasin

Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved