Berita Kotabaru

Penggunaan Lampara Dasar Resmi Dilarang, Tapi Nelayan Tak Dapat Alat Pengganti

Sementara sebagian atau ratusan nelayan tradisional khususnya di Desa Rampa, Kecamatan Pulaulaut Utara Kotabaru belum mendapat alat

Penggunaan Lampara Dasar Resmi Dilarang, Tapi Nelayan Tak Dapat Alat Pengganti
banjarmasinpost.co.id/herliansyah
Puluhan perahu nelayan tradisional tampak terparkir di dermaga Desa Rampa Kotabaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Batas waktu penggunaan alat tangkap di antaranya Lampara Dasar (Trawl) oleh Kementerian Kelautan Perikanan berakhir kemarin. Sementara sampai hari ini belum ada perubahan terkait batas waktu ditetapkan.

Sementara sebagian atau ratusan nelayan tradisional khususnya di Desa Rampa, Kecamatan Pulaulaut Utara Kotabaru belum mendapat alat tangkap pengganti Lampara Dasar yang puluhan tahun mereka gunakan.

Selain yang belum menerima alat tangkap, sebagian pula di antaranya yang sudah menerima gilnet milenium atau alat tangkap pengganti belum bisa digunakan karena tidak sesuai ukuran.

"Sudah ada sebagian nelayan menggunakan alat tangkap yang baru karena sesuai. Bahan dan ukurannya sesuai, cocok melakukan penangkapan untuk di perairan dekat-dekat sini (selat laut)," kata Hanaf salah seorang nelayan, kemarin.

Beda dengan Manaf, alat tangkap pengganti yang ia terima tidak bisa digunakan di perairan selat. "Masih bisa digunakan, tapi tidak bisa di selat laut. Soalnya bahannya benang bukan nilon," ujarnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kotabaru Muchran Rasyid mengatakan, batas waktu penggunaan Lampara Dasar sudah berakhir mulai kemarin.

Menurut Muchran, sampai dengan kemarin belum ada perubahan terkait batas waktu tersebut.(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help