Berita Kotabaru

Lucu! Pembagian Alat Tangkap Ikan Malah Diterima Tukang Becak, Guru dan Kuli, Nelayan?

Kami sangat menyayangkan sampai saat ini hal itu belum ada. Bahkan modifikasi yang kami lakukannya pun belum diuji coba sampai sekarang.

Lucu! Pembagian Alat Tangkap Ikan Malah Diterima Tukang Becak, Guru dan Kuli, Nelayan?
istimewa
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) provinsi Kalsel saat melihat langsung alat tangkap ikan Lampara Dasar Mini atau yang disebut nelayan Kotabaru Wara Ramah Lingkungan (Waralink) beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - PERATURAN Menteri mengenai larangan penggunaan lampara dasar terlalu serta merta karena tanpa sosialisasi ke masyarakat. Kalau peraturan menteri itu mau diberlakukan betul-betul paling tidak dilakukan pengkajian ke laut. Uji coba. Jadi masyarakat otomatis tahu.

Kami sangat menyayangkan sampai saat ini hal itu belum ada. Bahkan modifikasi yang kami lakukannya pun belum diuji coba sampai sekarang.

Saya sebagai masyarakat agak bingung belum ada sosialisasi atau apa kepada masyarakat. Sekarang ini yang terpantau hanya mengenai kompensasi pengganti alat tangkap, bukan bantuan.

Baca: Warga Kotabaru Tolak Bantuan Pemerintah, Nelayan: Hanya Cocok untuk Jaring Buaya!

Membingungkannya lagi alat tangkap yang dibagi tidak tepat sasaran. Ada buruh, ada tukang becak, ada kuli bangunan, guru honor dan petani yang dapat. Ini kan lucu.

Selain itu alat tangkap jaring (gilnet milenium) seharusnya untuk kapal 10 gross ton (GT). Sedang kami paling besar dua GT.

Seharusnya ini diketahui. Harus diadakan peninjauan lagi karena tidak bisa digunakan. Solusikan harus ada. Paling tidak ada sosiaoisasi. Yang ada sosialisasi dari Bhabinkamtibmas terkait masalah hukum.

Baca: Nelayan Desa Rampa Tetap Pakai Lampara, Warga: Pasrah, Mau Ditangkap Silakan!

Kami di Insan tak mau menerima bantuan tersebut karena tak mau membodohi pemerintah.

Mau dijual karena tidak bisa dipakai, tidak boleh. Ditumpuk juga tidak mungkin. Itukan namanya pembodohan bagi yang mengambil.

Oleh karena itu saya menganjurkan kepada anggota agar jangan ambil. Dengan hal itulah kami menolak, tidak mau melanggar hukum. (sah)

Mau baca berita Banjarmasin Post dan Metro Banjar? klik DI SINI

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved