BanjarmasinPost/

Kriminalitas Kotabaru

Dugaan Korupsi Dana Desa, Nuryanto Dituntut 1,8 Tahun

Kasus dugaan korupsi dana desa dan gerakan pembangunan untuk rakyat (Gapura) yang membelit Kepala Desa Wonorejo, Kecamatan Pamukan Utara

Dugaan Korupsi Dana Desa, Nuryanto Dituntut 1,8 Tahun
net
ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Kasus dugaan korupsi dana desa dan gerakan pembangunan untuk rakyat (Gapura) yang membelit Kepala Desa Wonorejo, Kecamatan Pamukan Utara Kotabaru Nuryanto terus bergulir di Pengadilan Tipikor Banjarmasin.

Kasi Tipidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotabaru Andre Lesmana dihubungi telepon genggamnya, Rabu (3/1/2018) mengatakan, terkait kasus ini sudah dilaksanakan sebanyak lebih kurang lima kali.

"Kalau tidak salah sudah lima kali. Perkaranya masih sidang lagi tahap nota pembelaan," jelas Andre.

Menurut Andre, terdakwa Nuryanto dalam kasus ini telah dituntut 1 tahun 8 bulan.

Baca: Suara Aneh Roni Tuai Pujian Juri Indonesian Idol, Mahasiswa FH ULM Ini Beberkan Rahasianya

Baca: Ini Siasat Jahat Artis, Beli Narkoba Hanya Nol Koma Agar Jika Tertangkap Hanya Direhabilitasi

Sementara kerugiaan negara dalam perkara itu sebesar Rp 144 juta. Sedangkan dari jumlah tersebut telah dikembalikan terdakwa sebesar Rp 80 juta.

Nuryanto ditahan tindak pidana khusus kejari Kotabaru pada, Selasa (18/7/2017) lalu setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan penyidik tipidsus.

Usai menjalani pemeriksaan Nuryanto langsung dilakukan penahanan oleh penyidik terkait dugaan korupsi dana desa dan gapura bersumber dari APBD 2015.

Dengan jumlah kerugikan negara ratusan juta rupiah berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help