Kriminalitas Kotabaru

IR dan M Masih Saksi, Tipikor Polres Sidik Dugaan Markup Pengadaan Alat Damkar

Namun akan dinaikan statusnya dari saksi/terlapor ke tersangka setelah ada hasil perhitungan kerugian negara.

IR dan M Masih Saksi, Tipikor Polres Sidik Dugaan Markup Pengadaan Alat Damkar
banjarmasinpost.co.id/helriansyah
Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto SIK, Wakapolres Kotabaru Kompol Yusriandi Yusrin, dan Kabag Ops Kompol Arief Prasetya 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Tindak pidana korupsi (Tipikor) Polres Kotabaru telah menaikan status penyelidikan ke penyidikan terkait dugaan korupsi penggelembungan anggaran (markup) pengadaan alat pemadam kebakaran di Dinas Pemadam Kebakaran Kotabaru tahun anggran 2016.

Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto SIK melalui Kasat Reksrim AKP Suria Miftah Irawan SIK, Rabu (3/1/2018) mengatakan, untuk kasus ini pihaknya telah melakukan persiapan ekspose audit untuk penghitung kerugian negara.

Menurut Suria, untuk kasus ini ada dua terlapor yaitu berinisial IR dan M. Namun akan dinaikan statusnya dari saksi/terlapor ke tersangka setelah ada hasil perhitungan kerugian negara.

"Statusnya (IR dan M) masih saksi," jelas Suria.

Baca: Terkait Kasus OTT, Penyidik Utamakan Asaz Praduga Tak Bersalah

Ditambahkan dia, selain telah meminta keterangan IR dan M. Dalam kasus dugaan korupsi ini, sedikitnya penyidik tipikor sudah meminta keterangan 10 orang saksi.

Sementara dugaan korupsi dengan terlapor IR dan M. Terkait dugaan markup pengadaan alat pemadam kebakaran antara lain selang, noksel, mesin dan tosa.

"Ada selisih harga. Jadi dari perkiraan penyidik selisih itu bisa dikenakan kerugian negara. Tergantung dari audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP)," tandasnya.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Kotabaru Drs H Said Akhmad, dikonfirmasi melalui telepon genggamnya mengatakan, belum bisa memberikan tanggapan banyak soal itu.

Namun menurut Said, pemerintah daerah tidak bisa menutup-nutupi jika memang ada pelanggaran terkait pengadaan alat pemadam kebakaran.

"Tapi yang lebih baik kita tunggu hasilnya dulu," pungkas Said.

Penulis: Herliansyah
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved