Kriminalitas Hulu Sungai Tengah

Oknum Satpol PP Bawa Sabu Ternyata Sempat Minta Mutasi, Eh Malah Terancam Diberhentikan sebagai PNS

Oknum anggota Satpol PP di Kecamatan Labuanamas Selatan, Hulu Sungai Tengah, yang tertangkap Satres Narkoba Polres HST

Oknum Satpol PP Bawa Sabu Ternyata Sempat Minta Mutasi, Eh Malah Terancam Diberhentikan sebagai PNS
Banjarmasinpost.co.id/Hanani
Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, didampingi Kasatres Narkoba, AKP Maturidi menunjukkan barang bukti berupa dua paket sabu 0,78 gram milik tersangka saat menggelar Press Realise Rabu (3/1/2018) pukul 17. 30 wita. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Oknum anggota Satpol PP di Kecamatan Labuanamas Selatan, Hulu Sungai Tengah, yang tertangkap Satres Narkoba Polres HST saat membawa 0,78 gram sabu, Rabu (3/1/2018) saat Dicegat naik sepeda motor di Desa Pelajau, Pandawan, HST pukul 11.30 Wita.

Tak hanya terancam penjara, tapi juga sanksi pelanggaran berat sebagai PNS aktif. Apalagi, kasus yang dilakukannya adalah kasus narkoba, dimana negara sedang melakukan pemberantasan terhadap kejahatan penyalahgunaan tersebut.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah Pemkab HST, Akhmad Fatoni yang dikonfirmasi Bpost Online mengatakan, sudah menerima informasi atas kasus yang menimpa anggota Satpol PP tersebut.

Baca: Pengumuman! Besok, Ledeng di Banjarmasin Macet Lagi, Ini Wilayah yang Terdampak

Namun, Fatoni mengatakan, tak menyangka kalau oknum tersebut terlibat sabu. "Kami kira zenith,"katanya.

Fatoni mengakui, PNS yang tinggal di Mahang Matang Landung, Pandawan HST itu, baru saja menemui dia untuk meminta mutasi kembali ke Barabai.
Sebelumnya dipindahtugaskan ke Kecamatan Labuanamas Selatan, Salmansyah bertugas sebagai anggota Satpol PP di Barabai.

Mengenai saksi, Fatoni menjelaskan, sesuai PP Nomor 53 ancaman terberatnya adalah pemberhentian dengan tidak hormat, karena terlibat penyalahgunaan narkoba merupakan pelanggaran berat.

Namun, selama masih proses hukum sebagai tersangka, diberlakukan pemberhentian sementara sampai statusnya sebagai terdakwa.

Selama itu, kata Fatoni, yang bersangkutan kehilangan separuh gaji dan tunjangan-tunjangannya.

Baca: Warga Binuang Rekam Hubungan Intim Dua Sejoli untuk Video Porno, Ternyata Ini Sosok Pemainnya

"Jika oleh pengadilan terbukti bersalah terlibat dalam peredaran narkoba, baru ditetapkan pemberhentiannya oleh bupati, yaitu pemberhentian dengan tidak hormat,"jelas Fatoni.

Dia pun mengimbau PNS di lingkungan Pemkab HST, agar jangan pernah mencoba terlibat penyalahgunaan narkoba, karena akan berakibat fatal, baik bagi diri sendiri, maupun keluarga, khususnya anak istri.

Seperti diberitakan sebelumnya, Salmansyah yang tertangkap tangan bawa sabu saat diceta Satres Narkoba Polres HST dijerat dengan pasal 114 sub pasal 112 UU Nomor 35 Tahun 1999 Tentang Narkoba, dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

Penulis: Hanani
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help