Berita Banjarmasin

Innalillahi. Ridho Bocah Kelainan Jantung Meninggal Setelah Sempat 2 Bulan Dirawat di Surabaya

Innalillahi wainnailaihirojiun. Manusia hanya bisa berusaha, namun Allah SWT yang menentukan.

Innalillahi. Ridho Bocah Kelainan Jantung Meninggal Setelah Sempat 2 Bulan Dirawat di Surabaya
via BANJARMASINPOST.co.id/salmah
(Istimewa) Ridho bersama orangtua dan saudaranya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Innalillahi wainnailaihirojiun. Manusia hanya bisa berusaha, namun Allah SWT yang menentukan.

Demikian pula usaha dokter menyembuhkan Muhammad Ridho yang ternyata tidak bisa mengelak takdir.

Bocah 10 tahun warga Kelayan A, Antasan Segera Gg Sukun, Murung Raya, Banjarmasin Selatan, itu dipanggil sang pencipta pada Kamis (4/1) tengah malam.

Padahal sorenya ia baru pulang dari Surabaya usai dua bulan menjalani perawatan kelainan jantung di RS dr Soetomo.

Baca: Pagi-pagi, Pejabat Pemprov Kalsel Dibuat Waswas, Undangan Paman Birin Ini Penyebabnya

Kepulangan Ridho pada Kamis sore itu didampingi Muhammad dari Baznas Kalsel.

Ridho pun mengaku senang ketika sampai di rumah.

Ridho pun berterima kasih telah dibantu Baznas Banjarmasin dan Baznas Kalsel sehingga bisa melakukan perawatan atas penyakit kelainan jantung yang dideritanya.

Muhammad dari Baznas Kalsel, mengungkapkan, ia mendapat kabar dari ibunya Ridho, bahwa sang anak sempat muntah darah pada malamnya.

"Kemudian dilarikan ke RSUD Ulin Banjarmasih. Namun Allah SWT memanggilnya sekitar pukul 24.00 Wita," ungkapnya.

Dua bulan lalu, 25 Oktober 2017, Ridho beserta kedua orangtuanya, Kaspul Anwar dan Eri Erafiana, dibantu Baznas Banjarmasin untuk biaya keberangkatan ke Surabaya. Keberangkatan didampingi tim Baznas Kalsel.

Pemeriksaan dokter di RS dr Soetomo, diketahui ada kuman di katup jantung Ridho. Sehingga harus dilakukan pengobatan terlebih dahulu selama 2 bulan.

Rencananya sebulan kemudian Ridho harus menjalani pemeriksaan kembali di Surabaya. Namun takdir menentukan lain. (BANJARMASINPOST.co.id/salmah)

Penulis: Salmah
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help