Komunitas

Seru, KCC Habis Gowes Menikmati Durian Penyangat di Agrowisata Durian Biih

Kelelahan para pegowes mengayuh pedal langsung terbayar dengan nikmatnya hidangan buah puluhan biji durian siap santap

Seru, KCC Habis Gowes Menikmati Durian Penyangat di Agrowisata Durian Biih
istimewa
Komunitas Gowes Kayuh Baimbai dan KCC saat berada di Biih Karang Intan Kabupaten Banjar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Komunitas gowes Kayuh Baimbai Banjarmasin yang dipimpin langsung walikota Banjarmasin Ibnu Sina menutup gowes rutin mereka diakhir tahun dengan bersepeda ke Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Senin (25/12/2017) pagi.

Menariknya sambil gowes bersama sejumlah komunitas sepeda di Banua, Ibnu Sina juga langsung menyantap durian dari kebunny di Desa Biih, kabupaten Banjar.

Kelelahan para pegowes mengayuh pedal langsung terbayar dengan nikmatnya hidangan buah puluhan biji durian siap santap yang disiapkan pemilik kebun.

Di Desa Biih, ada durian terkenal yakni Durian Penyangat. Durian ini merupakan salah satu durian primadona. Sebab, selain dagingnya cukup tebal dan rasanya yang legit, durian tersebut merupakan pemenang pertama kontes durian tingkat nasional di Jakarta.

Baca: Fakta-fakta Perampokan Mobil Bank Mandiri yang Diduga Diotaki Oknum Polisi Polres Tabalong

Makhmud salah satu anggota Kayuh Baimbai mengatakan sebelum tutup tahun walikota ingin melakukan gowes yang berbeda salah satunya dengan keluar kota.

"Biasakan gowes dalam kota saja ini kita keluar kota dikawasan kabupaten Banjar saja," ujat kabid Tata Lingkungan DLH Banjarmasin ini.

Dalam kegiatan itu kata Mahmud sebanayak 125 0rang pegowes dari beberapa komunitas sepeda dan perseorangan dari kota Banjarmasin ikut ambil bagian.

Komunitas Gowes Kayuh Baimbai bersama KCC saat menuju ke kawasan Agrowisata Biih di Kabupaten Banjar.
Komunitas Gowes Kayuh Baimbai bersama KCC saat menuju ke kawasan Agrowisata Biih di Kabupaten Banjar. (istimewa)

Baca: Oknum Polisi Dalang Rampok Mobil Bank Mandiri Ditangkap di Rumah Adiknya di Jalan Golf Banjarbaru

Untuk rute jauh kata Mahmud, peserta  bergerak dari TP Karang Intan lalu menyisir di kawasan pondok Daun, lalu melintas di Mali mali, Lok Tangga dan Sungai besar.

Setelah menempuh perjalanan panjang sejauh 15 kilometer peserta pun langsung ke agrowisata Bi ih untuk menyantap durian yang memang terkenal kelezatannya di kawasan tersebut.
"Setelah itu kami kembali gowes kembali ke rute semula yang tadi dijalani dan finisd di TPA Karang Intan," kata Mahmud.

Pulang pergi selama gowes dari Karang Intan ke kawasan Agrowisata Biih tersebut menempuh jarak sejauh 30 kilometer yang lumayan jauh untuk para pegowes.

Mengenai trek yang dilalui Mahmud mengaku berbeda dengan yang biasa dilakukan di Banjarmasin berupa jalan raya. Di gowes terakhir 2017 itu pegowes melewati jalur aspal sekitar 40 persen dan sisanya tanjakan.

"Makanya peserta wajib memakai MTB karena Medan yang dilalui semi off-road," kata dia.(*)

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved