Berita HSS

Ngeri, Kasus Obat Terlarang Masih Mendominasi Angka Kriminalitas HSS, Tahun 2017 Ada 371 Kasus

Kasus penyalahan obat terlarang masih mendominasi untuk wilayah hukum Polres Hulu Sungai Selatan (HSS) selama setahun terakhir pada 2017.

Ngeri, Kasus Obat Terlarang Masih Mendominasi Angka Kriminalitas HSS, Tahun 2017 Ada 371 Kasus
(Humas Polres HSS)
Barang Bukti 1.050 butir Carnophen yang disita petugas Polres HSS 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Kasus penyalahan obat terlarang masih mendominasi untuk wilayah hukum Polres Hulu Sungai Selatan (HSS) selama setahun terakhir pada 2017.

Berdasarkan data Polres HSS, jumlah laporan perkara yang masuk sebanyak 371 kasus pada 2017. Sedangkan tahun 2016 laporan perkara masuk 343 kasus.

Kapolres HSS AKBP Rahmat Budi Handoko SIK melalui Kabag Ops Kompol Heri Munanto mengatakan dari semua laporan yang masuk, penyelesaian kasusnya tahun ini sebanyak 322 kasus dan tahun 2016 sebanyak 317 kasus.

"Untuk pengungkapan kasus dari 322 yang berhasil diselesaikan, paling banyak kasus obat terlarang yakni ada 99 kasus," katanya, Jumat, (5/1).

Baca: Pakai Rompi Oranye KPK, Bupati HST Abdul Latief Acungkan Jempol, Berharap Masih Ada Keadilan

Baca: Oknum Polisi Dalang Rampok Mobil Bank Mandiri Ditangkap di Rumah Adiknya di Jalan Golf Banjarbaru

Baca: Ini Kata Tetangga Soal Sosok Ketua Kadin yang Ikut Ditangkap Saat KPK OTT Bupati HST

Baca: Fakta-fakta Perampokan Mobil Bank Mandiri yang Diduga Diotaki Oknum Polisi Polres Tabalong

Bila dibandingkan dengan 2016, penyelesaian kasus obat terlarang pada 2017 mengalami peningkatan. Pada 2016 kasus obat terlarang yang berhasil diselesaikan hanya 85 kasus.

Selain pengungkapakan kasusnya meningkat, barang bukti obat terlarang yang dilarang edar diamankan juga meningkat.

“Pada 2016 sebanyak 65.229 butir. Untuk 2017 total barang bukti yang diamankan sebanyak 195.914 butir," lanjutnya.

Peningkatnya pengungkapkan kasus obat terlarang pada 2017 tidak lepas dari operasi kepolisian dan penyakit masyarakat (Pekat) yang terus dilakukan jajaran Polres HSS.

Selain kasus obat terlarang, kasus membawa sajam yang berhasil diungkap ada sebanyak 52 kasus, disusul pencurian dengan pemberatan (curat) 35 kasus, penganiayaan berat (Anirat) 29 kasus, narkotika 19 kasus dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) 19 kasus. (*)

Penulis: Aprianto
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help