Seputar Kaltim

Wali Kota Balikpapan Diperiksa Tipikor Polda Kaltim, Ini Kasusnya

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, didampingi pegacaranya tiba di Polda Kalimantan Timur, Jumat (5/1/2018).

Wali Kota Balikpapan Diperiksa Tipikor Polda Kaltim, Ini Kasusnya
tribunkaltim.co/fachmi rachman
Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi (kemeja putih) bersama penyidik berjalan kaki menuju gedung Subdit III/Tipidkor Polda Kaltim, Jumat (5/1/2018). Rizal Effendi yang tiba bersama tim pengacaranya di Polda Kaltim dalam rangka pemeriksaan Walikota Balikpapan sebagai saksi kasus dugaan korupsi pembangunan Rumah Potong Unggas 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BALIKPAPAN - Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, didampingi pegacaranya tiba di Polda Kalimantan Timur, Jumat (5/1/2018).

Rizal memenuhi panggilan polisi sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Rumah Potong Unggas (RPU).

Begitu tiba di Polda Kaltim, Rizal Effendi bersama penyidik berjalan kaki menuju gedung Subdit III/Tipidkor Polda Kaltim.

Sebelumnya, kepada tribunkaltim.co, Rizal telah menyatakan kesiapannya untuk memenuhi panggilan Polda Kaltim.

Baca: BREAKINGNEWS: Mobil Avanza yang Jadi Sasaran Rampok Ditemukan di Desa Malintang Gambut

Baca: Kebakaran Besar Landa Balikpapan Subuh Tadi, Ibu dan Dua Anaknya Tewas Berpelukan

Baca: Pagi-pagi, Pejabat Pemprov Kalsel Dibuat Waswas, Undangan Paman Birin Ini Penyebabnya

"Insya Allah, kalau tidak ada hal perubahan, saya menghadiri panggilan Polda Kaltim," ujarnya di rumah jabatan walikota Balikpapan, Kamis (4/1/2018).

Rizal sebenarnya dipanggil penyidik awal Januari lalu. Namun, ia berhalangan hadir.

Rizal menuturkan, alasan dirinya tidak hadir pada panggilan pertama, Selasa (2/1/2018) lalu, lantaran berbarengan dengan sejumlah agenda pembahasan APBD Balikpapan dan beberapa pertemuan di luar kota.

Untuk memenuhi panggilan Polda ini, Rizal menuturkan telah menyiapkan beberapa hal.

Ia telah berkoordinasi dan meminta bantuan staf terkait proyek ini.

"Tentu saya harus koordinasi dan minta bantuan staf, soal bahan, karena tidak ingat lagi, karena (proyek ini) tahun 2014-2015, penuhi data-datanya lah," katanya. (TRIBUNKALTIM.co)

Editor: Ernawati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help