Berita Banjarmasin

Dibebankan Biaya Uruk Rp 500 Juta, PKL Kuliner Baiman: Persoalan Itu Tidak Pernah Dibicarakan

Berakhirnya sewa lahan Kuliner Baiman oleh Pemerintah Kota Banjarmasin, rupanya membuat para PKL Kuliner Baiman harus membayar sendiri

Dibebankan Biaya Uruk Rp 500 Juta, PKL Kuliner Baiman: Persoalan Itu Tidak Pernah Dibicarakan
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Kuliner Baiman 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Berakhirnya sewa lahan Kuliner Baiman oleh Pemerintah Kota Banjarmasin, rupanya membuat para PKL Kuliner Baiman harus membayar sendiri harga sewa.

Dimana angka yang disepakati setiap PKL yakni Rp 5.000.000.

Akan tetapi, meski telah sepakat antara PKL dan pemilik lahan, namun rupanya para pedagang masih merasa keberatan atas harga yang telah disepakati tersebut.

Sekretaris Paguyuban Kuliner Baiman Banjarmasin, Abdul Hamid, mengatakan biaya sewa seharusnya masih bisa diringankan.

Baca: Astaga! Pembuatan Video Mesum Bocah dengan Tante-tante, si Ibu Ikut Jadi Pengarah Gaya

Dimana setoran parkir bisa membantu karena menurutnya penghasilan parkir lebih besar dari pedagang.

Dalam pertemuan penetapan harga sewa lahan Kuliner Baiman antara pedagang dengan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Ketenagakerjaan Kota Banjarmasin, dihasilkan kalau pengelola parkir hanya bisa membantu sewa Rp 30 juta dari keinginan para pedagang Rp 50 juta per tahun.

Baca: Hiii, Lokasi Gedung Mewah Bergaya Eropa Klasik di Tabalong Dulunya Ini

”Ya jelas masih keberatan keberatan karena keputusan tadi. Kami kan minta parkir itu Rp 50 juta, tapi ternyata kesepakatannya hanya Rp 30 saja," ucapnya Hamid, Jumat (5/1/2018) lalu.

Hal yang sempat mengejutkan ialah adanya biaya uruk Rp 500 juta yang dibebankan kepada pedagang untuk mengganti.

Halaman
12
Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help