Berita Kotabaru

Ribuan Karyawan Terancam PHK, Perwakilan Warga Sebuku Mengadu ke Dewan

Ketua dan anggota seringkat pekerja, kepala desa serta perwakilan masyarakat di Kecamatan Pulau Sebuku Kotabaru, Senin (8/1/2017)

Ribuan Karyawan Terancam PHK, Perwakilan Warga Sebuku Mengadu ke Dewan
BANJARMASINPOST.co.id/Helriansyah
Ketua dan anggota seringkat pekerja, kepala desa serta perwakilan masyarakat di Kecamatan Pulau Sebuku Kotabaru, Senin (8/1/2017) siang menggeruduk ke kantor DPRD Kotabaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Ketua dan anggota seringkat pekerja, kepala desa serta perwakilan masyarakat di Kecamatan Pulau Sebuku Kotabaru, Senin (8/1/2017) siang menggeruduk ke kantor DPRD Kotabaru.

Mereka menyampaikan unek-unek terkait nasib ribuan warga lokal terancam kehilangan pekerjaan.

Unek-unek disampaikan melalui rapat dengar pendapat (hearing) dengan komisi gabungan, perwakilan warga dan karyawan meminta kepada anggota dewan di DPRD mencarikan solusi agar pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran oleh PT Sebuku Iron Lateritic Ores (Silo) atau Sebuku Group tilidak terjadi.

Keresahan seribu lebih karyawan yang mayoritas adalah warga lokal, akan terjadinya PHK besar-besaran oleh perusahaan bukanlah wacana belaka. Dari angka tersebut sudah 300 orang karyawan kontrak yang telah dirumahkan.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Indonesia vs Islandia di RCTI : Indonesia Selection Tanpa Bachdim

"Sebanyak 300 karyawan semuanya warga lokal sudah dirumahkan. Jadi ada tersisa 1.000 orang, yang 50 persen warga lokal," kata salah seorang tokoh masyarakat Pulau Sebuku, H Muhammad Amin, Senin (8/1/2018).

Menurut Amin, berjumlah seribu karyawan kini masih bekerja pum terancam mengalami PHK seperti dialami 300 karyawan. Membuat resah karena tidak beroperasinya lagi perusahaan.

Amin tidak mengetahui persis penyebab akan terjadinya PHK secara besar-besaran. Namun, ia mendapat informasi karena disebabkan izin yang diajukan perusahaan ke provinsi tidak diproses.

"Informasinya begitu. Tapi tidak mengetahui persis izin apa," jelas Amin.

Ia menambahkan, hanya karena persoalan perizinan. Dampak. diakibatkan selain seribu lebih warga lokal Pulau Sebuku kehilangan pekerjaan dan penghasilan keluarga yang rata-rata perbulan Rp 5 juta untuk jabatan pekerja paling rendah.

Baca: Jadwal Piala Presiden 2018 Belum Jelas, Martapura FC Kebut Persiapan

Halaman
123
Penulis: Herliansyah
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help