Gurat Merah di Lipatan Kulit Ini Bikin Gelisah dan Runtuhkan Kepercayaan Diri

Sejatinya, stretch mark adalah kondisi kulit yang mengalami perpecahan, misalnya kulit tidak meregang secara sempurna.

Gurat Merah di Lipatan Kulit Ini Bikin Gelisah dan Runtuhkan Kepercayaan Diri
Fairness&Flawless;.com
ilustrasi

BANJARMASINPOSt.CO.ID, BANJARMASIN - Gurat merah pada kulit atau stretch mark (SM) hingga kini menjadi momok bagi perempuan.

Apalagi kondisi ini tak cuma kerap mendera perempuan yang hamil atau pascapersalinan, tapi juga bisa dialami kaum hawa yang belum menikah.

Panjang guratannya bahkan bisa mencapai hingga puluhan sentimeter sehingga pastinya sangat menganggu penampilan. SM biasa terjadi pada keadaan ketika terjadi peregangan kulit secara berlebihan.

Baca: Masih Ingat Fredrich Yunadi Mantan Pengacara Setya Novanto, Ini yang Dilakukan KPK Kepadanya

Namun SM juga bisa terjadi karena konsumsi obat-obatan dengan streoid tinggi, kekurangan nutrisi. Juga bisa dipicu lantaran kelebihan berat badan dan kurus dalam waktu yang singkat.

Sejatinya, SM adalah kondisi kulit yang mengalami perpecahan, misalnya kulit tidak meregang sempurna. Ketika kulit dipaksa untuk elastis sedemikian cepat tapi sel-sel kulit belum siap terbentuk dengan sempurna sehingga ada bagian kulit yang pecah dan terlihat lebih tipis.

Masalah kulit itu biasanya paling sering muncul di bagian lipatan-lipatan kulit. Banyak orang yang berasumsi SM dan selulit sama. Padahal beda, karena SM merupakan guratan di kulit akibat kulit yang meregang berlebihan, sedangkan selulit penumpukan lemak di kulit.

Salah satu perempuan Banua yang pernah mengalami hal itu yakni Aulia Medina Putri (Dinda). Penyandang gelar Putri Kalsel 2015 ini mengatakan SM yang ia alami muncul di bagian lutut saat ia masih duduk di bangku sekolah menangah atas.

"Semasa remaja dulu, berat badan Dinda kan naik terus. Namun saat masuk kuliah, berat badan Dinda menurun. Lalu munculah gurat-gurat merah di sekitar lutut. Tak nyaman banget dilihat, bikin gelisah," sebutnya, Selasa (09/01/2018).

Dinda menuturkan SM paling sering disebabkan oleh pertambahan berat badan secara cepat sehingga guratan kulitnya yang pecah menjadi terlihat jelas. Dampaknya, rasa percaya diri menjadi berkurang.

Karenanya, sejak itu Dinda rutin melakukan perawatan diri untuk menyamarkan atau meminimalisasi SM. "Jadi memang harus rajin-rajin mengoleskan krim atau lotion (gel) penghilang SM, lalu pakai minyak zaitun," bebernya.

Selengkapnya simak di koran Banjarmasin Post edisi, Rabu (10/01/2018).

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Idda Royani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved